Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) turut ambil bagian dalam pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II guna mewujudkan target sekaligus menyukseskan upaya pengentasan kemiskinan. Saat ini Waskita tengah mengerjakan empat proyek SR dengan total nilai kontrak sekitar Rp 3,87 triliun.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, salah satu sekolah rakyat yang tengah dikerjakan terletak di Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp 1,23 triliun. Sekolah dibangun di lima kabupaten di Sulsel, mencakup Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru.
Berikutnya, lanjut dia, Waskita Karya mengerjakan sekolah rakyat di Jawa Timur (Jatim) senilai Rp1,16 triliun yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya. Seluruh bangunan itu akan diselesaikan dalam waktu delapan bulan.
Baca Juga: WIKA Teken Kontrak Proyek CWIP-03 Nipah Kuning B, Perkuat Sistem Sanitasi Pontianak
Waskita membangun gedung sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian dilengkapi asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah dan gedung serbaguna.
"Kami memastikan bangunan menggunakan material ramah lingkungan serta metode kerja yang memperhatikan keselamatan dan efisiensi. Langkah tersebut sejalan dengan prinsip konstruksi berkelanjutan yang mendukung komitmen ESG (Enviromental, Social, and Governance)," kata Ermy, dalam siaran pers, Kamis (15/1/2026).
Sekolah rakyat selanjutnya yang dikerjakan Waskita Karya berada di Sumatra Selatan (Sumsel) dengan total nilai kontrak sebesar Rp719,5 miliar. Pembangunan sarana pendidikan itu dibangun di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, serta Empat Lawang.
Kemudian sekolah rakyat di Aceh senilai Rp757,05 miliar yang dibangun di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, daan Kota Subulussalam. Penandatanganan kontraknya dilakukan pada Desember 2025 lalu di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta.
“Pembangunan sekolah rakyat bukan sekadar memenuhi tugas dari pemerintah, melainkan sebuah upaya mencerdaskan bangsa sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Seperti diketahui Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung dari presiden untuk memotong rantai kemiskinan,” kata Ermy.
Baca Juga: PHRI Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Akomodasi Ilegal
Selanjutnya: Ini Penyebab Melambatnya Pertumbuhan Serapan Tenaga Kerja di 2025
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
