kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Wika Gedung (WEGE) mulai mencari kontrak di luar negeri


Minggu, 23 Februari 2020 / 17:00 WIB
Wika Gedung (WEGE) mulai mencari kontrak di luar negeri
ILUSTRASI. Proyek Wika Gedung ---- Pekerja menggunakan telepon genggam dekat logo PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) pada proyek pembangunan Jakarta International Velodrome Rawamangun Jakarta, Rabu (01/11). Selain proyek Jakarta International Velodrom


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

Pihaknya memproyeksikan dari total order book akan didominasi dari proyek pemerintah 42%. Kemudian disusul BUMN 38% dan swasta 20%.

Hingga saat ini, Bobby menyebut nilai kontrak yang diraih perseroan masih kecil. "Sifat bisnis konstruksi memang tidak begitu besar di triwulan I, tetapi akan ada pertumbuhan signifikan di triwulan II-IV," tuturnya.

Untuk mendukung kinerja tahun ini, WEGE menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 700 miliar.

Sekitar 67% dari dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan investasi konsesi serta bisnis usaha melalui pembangunan pabrik SBU Modular.

Baca Juga: Analis rekomendasikan beli saham WEGE, ini penjelasannya

Selanjutnya, 22% akan digunakan untuk pengembangan anak usaha dan sekitar 11% untuk investasi pada aset tetap seperti pembelian alat konstruksi dan pengembangan BIM.

Adapun sumbernya 43% berasal dari pinjaman bank, 34% berasal dari dana IPO yang masih tersisa Rp 254,72 miliar, dan sisanya ekuitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×