kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

WIKA Kebut Proyek Bendungan Jenelata Sulsel, Progres Konstruksi Tembus 32,49%


Kamis, 30 Juli 2026 / 17:50 WIB
WIKA Kebut Proyek Bendungan Jenelata Sulsel, Progres Konstruksi Tembus 32,49%
ILUSTRASI. Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Dok/Wijaya Karya (WIKA))


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Proyek strategis nasional ini ditujukan untuk memperkuat pengendalian banjir, menyediakan air baku, mendukung irigasi pertanian, meningkatkan ketahanan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Raup Laba Bersih Rp 3,23 Triliun pada Semester I 2026

Hingga Juli 2026, progres konstruksi fisik Bendungan Jenelata telah mencapai 32,49%. Saat ini, WIKA memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian struktur utama spillway (pelimpah), pembangunan jalan akses, relokasi bangunan terdampak, serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

Perseroan menyatakan pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan aspek mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.

Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan, Bendungan Jenelata merupakan salah satu proyek strategis yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal.

"WIKA berkomitmen menjaga pelaksanaan Proyek Bendungan Jenelata agar tetap berjalan aman, tepat mutu, dan sesuai target. Bendungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui pengendalian banjir, penyediaan air baku, dukungan terhadap sektor pertanian, serta mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan," ujar Ngatemin dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Kinerja Sunindo Pratama (SUNI) ​Turun pada Paruh Pertama 2026, Ini Pemicunya

Dalam proses pembangunannya, WIKA juga mengimplementasikan sejumlah inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proyek.

Perseroan memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk pemodelan konstruksi tiga dimensi serta sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna mendukung pengelolaan proyek secara terintegrasi.

Selain itu, WIKA mulai memanfaatkan panel surya dan kendaraan operasional berbasis listrik sebagai bagian dari penerapan konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Setelah beroperasi, Bendungan Jenelata diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan hilir Sungai Jeneberang, menjamin ketersediaan air baku, memperkuat layanan irigasi pertanian, serta mendukung ketahanan energi melalui potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Tak hanya itu, keberadaan bendungan ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata dan perikanan, sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga: El Nino Ancam Produksi, Petani Kakao Jembrana Perkuat Strategi Adaptasi

Melalui proyek tersebut, WIKA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya mendukung pembangunan nasional, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×