kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Wings Food ingin dirikan pabrik minuman baru 2017


Rabu, 07 September 2016 / 20:02 WIB
Wings Food ingin dirikan pabrik minuman baru 2017


Reporter: Yusuf I Santoso | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Industri minuman dalam negeri memang tidak pernah lesu. Berbagai perusahaan minuman terus mengembangkan pruduknya untuk menyesuaikan trend dan selera pasar. Begitu pula dengan PT Sayap Mas Utama (Wings Food), yang mengeluarkan produk minuman isotonik bernama Isoplus.

“Sebuah produk baru harus melampaui pertumbuhan pasar, kami akan berusaha sebanyak-banyaknya,” Kata Aristanto Kristandyo, Head of Marketing Beverages Wings Food kepada KONTAN, Rabu (7/9).

Potensi terhadap minuman isotonik cukup menjanjikan, yakni sebanyak 29% dari potensi industri minuman kemasan atau setara dengan 268 juta liter pada tahun 2015. Di sisi lain, pertumbuhan pasar minuman isotonik pada tahun tahun 2016 sebesar 15%..

Isoplus akan dipasarkan melalui dua jalur, modern dan tradisional. Adapun persentase pendistribusiannya 70% untuk tradisional (toko kelontong) dan 30% untuk modern retail.

“Antara modern dan tradisional marketnya berbeda, tetapi kita untuk semua kalangan,” tambah Aristanto. Dari segi market share paling banyak dari Jawa, untuk kisarannya Aristo belum bisa memberitahukan kepada KONTAN.

Segmentasi utama Isoplus menyasar pada usia produktif 25 – 35 tahun. Sebagai produk minuman isotonic baru tentunya Isoplus menghadapi tantangan, mengingat Isoplus baru dipasarkan pada semester II 2016.

“Sebagai pemain baru pasti kita membutuhkan waktu untuk berkemban, harus didukung dengan brand activision, sales promotion, dan pola distribus harus menyebar,” kata Aristo. Biaya pemasaran yang dikucurkan kurang lebih 10%.

Sampai dengan akhir tahun Isoplus menyatakan fokus memperkuat pasar domestik. Perusahaan yang memiliki pabrik di Kawasan Industri Cibitung, Bekasi ini merencanakan membuka pabrik baru pada 2017.

Hal tersebut didasari alasan kapasitas pabrik di Cibitung tidak cukup untuk menampung perkembangan kebutuhan minuman yang naik 6% - 7 % setiap tahun, serta guna mencangkup belahan Indonesia Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×