Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
WEJ Perluas Bisnis
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Wismatata Eltrajaya Tjahjadi Aquasa memaparkan perjalanan Wisma Group yang dimulai pada 1974 melalui PT Wisma Sarana Teknik sebagai kontraktor elektrikal untuk sektor bangunan komersial, industri, dan infrastruktur.
Selanjutnya, perusahaan mendirikan PT Wismatata Eltra Perkasa (WEP) di Sidoarjo pada 1983. Untuk melayani kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan transformator di wilayah Jawa bagian barat, WEJ didirikan pada 11 Juli 1987 di Cikarang, Bekasi. Pada 2025, WEJ resmi mengakuisisi WEP.
Ke depan, perusahaan akan memperluas kapasitas bisnis dengan menambah workshop di sejumlah wilayah serta membuka dua unit bisnis baru pada 2026 yang fokus pada perdagangan dan pemasaran peralatan transformator serta layanan jasa lainnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Membuat Konsumsi Biosolar dan Pertalite Melonjak
Menurut Tjahjadi, seminar dan mini exhibition diselenggarakan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan transformator.
"Kami berharap seminar ini memberikan manfaat bagi mitra, publik, maupun internal perusahaan dalam berbagi pengetahuan dan memperluas jaringan, khususnya mengenai bagaimana menjaga transformator tetap aman, siap beroperasi, dan memiliki kinerja optimal," ujarnya.
Ia menegaskan, terdapat tiga aspek utama dalam menjaga keandalan transformator, yakni penggunaan peralatan berkualitas, layanan purnajual (after-sales service) yang baik, serta sistem perlindungan dan pemantauan yang memadai melalui online monitoring system, OLTC, penggunaan oli transformator berkualitas, hingga teknologi proteksi ledakan dan kebakaran dari SERGI.
Tjahjadi juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ancaman serangan siber (cyber attack). Menurutnya, teknologi proteksi transformator milik SERGI bekerja secara mekanis sehingga tidak bergantung pada sistem digital.
"Dengan semakin banyaknya infrastruktur yang terhubung ke internet, risiko cyber attack juga meningkat. Teknologi proteksi mekanis memungkinkan transformator tetap aman dari risiko ledakan maupun kebakaran meskipun terjadi gangguan akibat serangan siber," katanya.
Baca Juga: Menperin: Konsep Dewan Kawasan Industri Masih Digodok bersama DPR
Tjahjadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI) menilai penerapan teknologi proteksi yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
