Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wismatata Eltrajaya (WEJ), perusahaan di bawah Wisma Group yang bergerak di bidang pemeliharaan, perbaikan, dan regenerasi transformator listrik (power transformer), menggelar Seminar Teknik dan Mini Exhibition bertajuk "Keep Transformer Safety and Still Alive in a Good Performance" di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-39 perusahaan.
Baca Juga: Dominasi Ekspor Batubara Indonesia Perlu Dibarengi Daya Tawar dan Transparansi Harga
Pameran diikuti sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan peralatan transformator, antara lain PT Shell Indonesia, PT Sinergi Semesta Pratama, PT Tunas Dielektrika Nusantara, PT Dunia Kimia Jaya, Reinhausen Indonesia (MR), SERGI Energi, Jiangsu Tianrui Transformer Co., Ltd., Puretech, dan PT Bambang Djaja.
Sementara itu, seminar menghadirkan sejumlah praktisi industri, di antaranya Engineer MIDEL Asia Pacific R. Budi Wicaksono yang membahas oli transformator, Direktur PT Reinhausen Sistem Indonesia sekaligus perwakilan Maschinenfabrik Reinhausen GmbH (MR) di Indonesia Dr. Ing. Tommy Halim mengenai sistem pemantauan daring (online monitoring system), serta Direktur PT Wismatata Eltrajaya Tjahjadi Aquasa yang memaparkan teknologi perlindungan kebakaran transformator (transformer fire protection).
Seminar dibuka oleh Executive Vice President (EVP) Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PT PLN (Persero) Tri Hardimasyar. Ia mengapresiasi inisiatif WEJ yang dinilai relevan dengan tantangan industri ketenagalistrikan saat ini.
Baca Juga: Kemenperin: 63% Lulusan SMK Binaan Sudah Terserap Industri hingga Juli 2026
Menurut Tri, seminar tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri ketenagalistrikan, manufaktur, penyedia teknologi, akademisi, hingga praktisi untuk berbagi pengalaman dan inovasi dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
"Trafo bukan sekadar peralatan listrik, tetapi merupakan aset strategis yang menentukan keberlangsungan penyaluran energi kepada pelanggan dan masyarakat. Gangguan pada satu transformator dapat berdampak luas terhadap keandalan sistem, pelayanan pelanggan, hingga aktivitas ekonomi," ujarnya melalui keterangan resminya.
Ia menambahkan, pengelolaan transformator kini tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan breakdown maintenance maupun time-based maintenance.
Industri global telah bergerak menuju penerapan asset management yang mengintegrasikan aspek risiko, biaya, dan kinerja aset sepanjang siklus hidupnya.
Baca Juga: Bio Farma Siapkan Vaksin Tifoid Bio-TCV untuk Pasar Domestik dan Ekspor
Tri menilai materi yang dibahas dalam seminar juga sejalan dengan kebutuhan industri, mulai dari penggunaan oli ester untuk meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan, sistem online monitoring guna mendukung condition-based maintenance dan predictive maintenance, teknologi perlindungan kebakaran, pengelolaan On-Load Tap Changer (OLTC), hingga pemanfaatan peralatan uji modern untuk memperoleh informasi kondisi aset secara lebih akurat.
"Teknologi tersebut akan meningkatkan keandalan transformator, mengoptimalkan biaya operasi, memperpanjang umur ekonomis aset, sekaligus meningkatkan efektivitas investasi," katanya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, penetrasi energi baru terbarukan, digitalisasi sistem kelistrikan, serta tuntutan efisiensi, Tri berharap seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi teknologi, tetapi juga menghasilkan praktik terbaik dalam pengelolaan aset ketenagalistrikan yang lebih andal, aman, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga: BIRD Tambah Lini Layanan, Bluebird Prime Sasar Segmen Premium Harian
WEJ Perluas Bisnis
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Wismatata Eltrajaya Tjahjadi Aquasa memaparkan perjalanan Wisma Group yang dimulai pada 1974 melalui PT Wisma Sarana Teknik sebagai kontraktor elektrikal untuk sektor bangunan komersial, industri, dan infrastruktur.
Selanjutnya, perusahaan mendirikan PT Wismatata Eltra Perkasa (WEP) di Sidoarjo pada 1983. Untuk melayani kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan transformator di wilayah Jawa bagian barat, WEJ didirikan pada 11 Juli 1987 di Cikarang, Bekasi. Pada 2025, WEJ resmi mengakuisisi WEP.
Ke depan, perusahaan akan memperluas kapasitas bisnis dengan menambah workshop di sejumlah wilayah serta membuka dua unit bisnis baru pada 2026 yang fokus pada perdagangan dan pemasaran peralatan transformator serta layanan jasa lainnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Membuat Konsumsi Biosolar dan Pertalite Melonjak
Menurut Tjahjadi, seminar dan mini exhibition diselenggarakan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan transformator.
"Kami berharap seminar ini memberikan manfaat bagi mitra, publik, maupun internal perusahaan dalam berbagi pengetahuan dan memperluas jaringan, khususnya mengenai bagaimana menjaga transformator tetap aman, siap beroperasi, dan memiliki kinerja optimal," ujarnya.
Ia menegaskan, terdapat tiga aspek utama dalam menjaga keandalan transformator, yakni penggunaan peralatan berkualitas, layanan purnajual (after-sales service) yang baik, serta sistem perlindungan dan pemantauan yang memadai melalui online monitoring system, OLTC, penggunaan oli transformator berkualitas, hingga teknologi proteksi ledakan dan kebakaran dari SERGI.
Tjahjadi juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ancaman serangan siber (cyber attack). Menurutnya, teknologi proteksi transformator milik SERGI bekerja secara mekanis sehingga tidak bergantung pada sistem digital.
"Dengan semakin banyaknya infrastruktur yang terhubung ke internet, risiko cyber attack juga meningkat. Teknologi proteksi mekanis memungkinkan transformator tetap aman dari risiko ledakan maupun kebakaran meskipun terjadi gangguan akibat serangan siber," katanya.
Baca Juga: Menperin: Konsep Dewan Kawasan Industri Masih Digodok bersama DPR
Tjahjadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI) menilai penerapan teknologi proteksi yang tepat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
