kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yamaha tak masalah dengan pembayaran UMP 2013


Jumat, 25 Januari 2013 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). IHSG ditutup pada level 6.094,87 atau naik 26,65 poin (0,44 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.068,21 seiring dengan kenaikan bursa regional. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Keputusan Pemerintah menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 ternyata tak berpengaruh bagi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Soalnya, perusahaan sepeda motor merek Jepang ini mengklaim memberikan gaji buruhnya di atas UMP 2013.

"Kami (upah buruh Yamaha) jauh lebih tinggi yakni Rp 2.550.000 per bulan," kata Dyonisius Beti, Executive Vice President Marketing YIMM kepada KONTAN di Jakarta, Jumat (25/1). Perlu diketahui, UMP di DKI Jakarta di patok sebesar Rp 2,2 juta per bulan yang berlaku bulan Januari ini.

Namun, Dyonisius mengakui, upah buruh Yamaha di Indonesia baru saja menjadi Rp 2,55 juta pada naik bulan ini, menyusul UMP 2013 yang ditetapkan pemerintah. Walaupun ada kenaikan gaji, buruh Dyonisius mengaku perusahaannya tidak mengalami kendala dalam hal operasional.

"Untuk industri otomotif memang ada ketentuan di atas Upah Minimum Regional (UMR)," tandas Dyonisius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×