kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Oktober, BK kakao menciut jadi 5 %


Jumat, 24 September 2010 / 15:51 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. Bea Keluar (BK) bijih kakao untuk ekspor bulan Oktober turun menjadi 5% setelah bulan September ditetapkan sebesar 10%. BK bijih kakao ini turun karena anjloknya harga rata-rata kakao pada 30 hari terakhir di bursa komoditi New York Board of Trade (NYBOT).

Dalam perhitungan Kementerian Perdagangan, harga referensi untuk bijih kakao terhitung sebesar US$ 2.744,90 per ton atau lebih rendah dibandingkan harga referensi bulan lalu senilai US$ 2.972,23 per ton.

”Untuk menentukan BK komoditi biji kakao berpedoman pada harga referensi yang didasarkan pada harga rata-rata Biji Kakao CIF New York Board of Trade (NYBOT), New York,” jelas aturan yang diteken oleh Deddy Saleh, Plt Direktur Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Jumat (24/9).

Sementara harga patokan ekspor (HPE) untuk bijih kakao bulan September nanti sebesar US$ 2.673 per ton. Hitungan HPE diperoleh setelah harga rata-rata di bursa NYBOT dikurangi biaya transportasi dan asuransi. Karena HPE kakao dibawah US$ 2750 per ton, sesuai dengan aturan Menteri Keuangan Nomor 67/2010, BK yang dikenakan hanya 5%.

Biasanya, jika nilai BK mengalami penurunan maka pengusaha akan berlomba untuk mengejot ekpsor untuk memanfaatkan BK yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×