kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Investasi industri kakao bakal terhadang infrastruktur


Rabu, 29 September 2010 / 11:37 WIB
Investasi industri kakao bakal terhadang infrastruktur


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) menilai, investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor industri kakao karena harga bahan baku kakao lebih murah. Maklum, eksportir membebankan bea keluar (BK) pada petani sehingga harga kakao di tingkat petani menjadi murah. Hanya saja, rencana penambahan investasi asing di sektor industri kakao tersebut diperkirakan akan terhadang dengan minimnya infrastruktur.

“Kondisi transportasi disini mahal. Kedua, soal tenaga listrik, juga kurang. Secara daya saing, ini akan membuat investor berpikir ulang,” kata Ketua Askindo Zulhefi Sikumbang kepada KONTAN, Rabu (29/9).

Sekadar menyegarkan ingatan, perusahaan raksasa cokelat dunia berencana untuk investasi membangun pabrik pengolahan kakao di Indonesia. Diantara nama-nama perusahaan tersebut adalah Armajaro Cocoa, Olam International serta Cargill yang berniat menambah investasinya di Indoensia.

“Keinginan mereka itu disampaikan dalam kunjungan wakil Menteri Perdagangan Mahendra Sireger Jumat (25/9) lalu di Belanda,” kata Yamanah AC, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan di Jakarta.

Perusahaan-perusahaan itu membidik investasi di Indonesia karena melihat besarnya potensi pasar cokelat di kawasan Asia. Selain itu, adanya penerapan Bea Keluar (BK) kakao dianggap juga akan mengutungkan industri pengolahan kakao di Indonesia. “Pasar Asia juga menjanjikan sehingga lebih efisien produksinya dipindahkan ke Indonesia,” jelasnya.

Wamendag hadir dalam acara The European Cocoa Association untuk membicarakan soal kakao dunia. Usai menghadiri pertemuan tersebut, para beberapa perusahaan kakao yang hadir dalam pertemuan tersebut meminta bertemu dengan Wamendag untuk bertanya mengenai investasi di Indonesia. Bahkan, keinginan investasi ke Indonesia tersebut akan diwujudkan dengan kedatangan perwakilan perusahaan-perusahaan tersebut ke Indonesia pada bulan Oktober 2010 mendatang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×