kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

2011, Pertamina impor 10,28 juta kiloliter bensin beroktan rendah


Senin, 07 Maret 2011 / 13:13 WIB
ILUSTRASI. Petani mengumpulkan getah karet hasil panen di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.


Reporter: Dyah Megasari,

JAKARTA. PT Pertamina berencana mengimpor sekitar 10,28 juta kiloliter bensin beroktan rendah tahun ini. Presiden Karen Agustiawan mengatakan Pertamina juga akan mengimpor 4,23 juta kiloliter bensin beroktan tinggi. "Dan mengimpor 3,1 juta kiloliter solar," ujar Agustiawan di depan anggota parlemen hari ini (7/3).

Informasi saja, Mulai 3 Maret, Pertamina kembali menaikkan harga jual BBM jenis Pertamax, Pertamax Plus dan Bio Pertamax. Dua pekan lalu, harga BBM jenis tersebut telah naik.

Berdasarkan harga yang dirilis Pertamina, harga jual Pertamax di wilayah Jakarta dan sekitarnya naik dari Rp 7.950 per liter menjadi Rp 8.100 per liter. Harga Pertamax tertinggi dijual di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur di harga Rp 10.450 per liter atau naik dari sebelumnya Rp 10.300 per liter. Sedangkan harga Pertamax Plus di Jakarta dan sekitarnya dijual di harga Rp 8.550 per liter naik dari sebelumnya Rp 8.450 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×