kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

2014, tarif kereta api diperkirakan naik


Jumat, 06 Desember 2013 / 10:18 WIB
2014, tarif kereta api diperkirakan naik
ILUSTRASI. Logam mulia emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam).


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Melihat kondisi lemahnya nilai kurs dollar terhadap rupiah yang semakin tidak menentu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana akan menaikkan biaya operasional (cost) untuk menjalankan bisnisnya pada tahun 2014 mendatang.

Ignatius Jonan, Direktur Utama PT KAI mengatakan, kenaikan cost tersebut akibat pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar sebesar 7%-8%.

"Saya tidak tahu, tapi kira-kira dari keseluruhan biaya mungkin kira-kira 7%-8%. Jadi konsekuensinya apa? Ya, di tahun depan kalau ini berubah terus maka kami akan menaikkan tarif. Mau enggak mau," tuturnya Kamis (5/12) malam, saat menghadiri acara Best of The Best CEO BUMN 2013 di Gran Melia, Jakarta.

Jonan menambahkan, pelemahan nilai dollar ke rupiah menyebabkan biaya perawatan kereta tersebut mengalami kenaikan. Pasalnya, untuk melakukan perawatan tersebut, rata-rata peralatannya berasal dari impor.

"Menurut saya terpengaruh karena biayanya semakin meningkat, semakin meningkat signifikan, terutama dari perawatan kereta banyak perawatan itu peralatannya dari impor,"jelasnya.

Walaupun demikian, jika kondisi ekonomi Indonesia terus di bayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah, pihaknya berencana meminta biaya Public Service Obligation (PSO) atau subsidi harus dinaikkan dari tahun sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×