kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

2018, Bulog akan serap beras komersial 700.000 ton


Senin, 27 November 2017 / 22:26 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 2018 mendatang, Perum Bulog akan terus menggenjot bisnis beras komersialnya. Tahun depan, Bulog menargetkan akan mampu menyerap beras komersial sebanyak 700.000 ton.

Direktur Pengadaan Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan Hingga saat ini beras komersial Bulog masih kurang dari 100.000 ton. Dia bilang, Bulog berharap penyerapan beras akan meningkat pesat di tahun mendatang lantaran banyaknya permintaan di pasar umum atas beras premium.

"Target 700.000 ton tersebut adalah target komersial Bulog untuk pasaran Umum, RPK, Dan Juga Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) apabila Bulog ditugaskan untuk memenuhi komoditas yang dibutuhkan," ujar Tri kepada KONTAN, Senin (27/11).

Tri mengatakan, karena beras komersial ini merupakan bisnis Bulog, maka harga pokok pembeliannya disesuaikan dengan harga pasar. Dia pun menyampaikan bahwa Bulog menyerap beras dari berbagai wilayah di Indonesia. Dia mengakui, saat ini penyerapan beras Bulog hanya sekitar 2.000-3.000 ton per hari. Rendahnya serapan ini karena sedang masa tanam padi. Saat masa panen, serapan Bulog dapat mencapai lebih dari 5.000 ton per hari.

Tri pun optimistis target penyerapan beras komersial ini dapat tercapai. "Apabila tidak ada gangguan produksi dan cuaca mendukung, semoga target tersebut dapat dicapai. Apalagi dengan adanya kerjasama dengan Aprindo dan Asparindo kami harus pastikan pasokannya," jelas Tri.

Bulog bersama Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam hal menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×