kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.853   7,00   0,04%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

22 Pabrik di Kawasan Industri Cikande Terkontaminasi Radioaktif Caesium 137


Rabu, 08 Oktober 2025 / 19:59 WIB
22 Pabrik di Kawasan Industri Cikande Terkontaminasi Radioaktif Caesium 137
ILUSTRASI. Juru bicara Satuan Tugas Khusus Penanganan Kontaminasi Radioaktif Bara Krishna Hasibuan di Kantor Kemendag, Jakarta (23/9). 


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Tugas Khusus Penanganan Kontaminasi Radioaktif Indonesia menemukan adanya jejak radioaktif Caesium 137 di 22 fasilitas produksi yang berlokasi di kawasan industri Modern Cikande, dekat Jakarta.

Kasus ini berawal dari temuan radioaktif pada sampel udang ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang dikirim oleh PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS) pada Agustus lalu.

Baca Juga: BPOM AS Perketat Aturan Impor Udang dan Rempah Indonesia Usai Kasus Caesium 137

Temuan tersebut memicu pemeriksaan radiasi secara menyeluruh di kawasan industri tempat perusahaan itu beroperasi.

“Fasilitas produksi udang milik BMS telah melakukan dekontaminasi secara mandiri dan sudah dinyatakan aman oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan),” ujar Juru Bicara Satgas Radioaktif, Bara Hasibuan dilansir dari Reuters, Rabu (8/10/2-25).

Meski demikian, Satgas belum mengungkapkan nama 21 fasilitas lainnya yang juga terdeteksi memiliki jejak Caesium 137.

Seluruh fasilitas tersebut akan segera menjalani proses dekontaminasi yang ditangani langsung oleh Batan.

Kawasan Modern Cikande Industrial Estate, yang berjarak sekitar 68 kilometer dari Jakarta, memiliki luas sekitar 3.175 hektare dan menampung lebih dari 270 perusahaan lokal dan asing, mencakup sektor pengolahan makanan hingga komponen otomotif.

Menurut situs Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, Caesium 137 merupakan isotop radioaktif berbahaya yang umumnya muncul akibat uji coba nuklir atau kecelakaan reaktor nuklir, seperti di Chernobyl dan Fukushima.

Baca Juga: Mulai 31 Oktober, Udang dan Rempah Indonesia ke AS Wajib Bersertifikat FDA

Indonesia sendiri tidak memiliki senjata nuklir maupun PLTN, sehingga otoritas menduga zat tersebut masuk ke wilayah Indonesia melalui impor bahan baku logam bekas (scrap metal).

“Pemerintah telah memutuskan untuk memperketat izin impor scrap metal. Kementerian Lingkungan Hidup tidak akan lagi mengeluarkan rekomendasi impor untuk sementara waktu,” jelas Bara.

Sebagai langkah pengamanan, Satgas juga menetapkan pabrik logam PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan yang sama sebagai fasilitas isolasi untuk menyimpan barang-barang yang terdeteksi mengandung Caesium 137.

Selanjutnya: Penerbitan Obligasi Multifinance Masih Ramai hingga Akhir Tahun

Menarik Dibaca: 6 Efek Negatif Seks Setiap Hari bagi Wanita, Awas Vagina Robek!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×