Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan bakar avtur melonjak signifikan di tengah kondisi geopolitik yang tak kunjung usai. Dengan kenaikan harga bahan bakar avtur tersebut, maka kebijakan naiknya fuel surcharge tiket pesawat hingga maksimal 50% dari tarif batas atas menjadi langkah sulit dihindari.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran menjelaskan bahwa industri pariwisata menjadi salah satu yang akan terdampak akibat lonjakan avtur. Ketika tiket pesawat mengalami lonjakan, maka sejumlah wisatawan akan beralih menggunakan transportasi darat.
"Transportasi udara menjadi jembatan kita untuk menggerakkan wisata," ujar Yusran kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Bidik Laba Bersih Tumbuh 15% pada 2026, Begini Strateginya
Transportasi udara dinilai menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Tujuannya untuk menjangkau daerah wisata yang ada di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, jika tiket pesawat mengalami kenaikan maka hal itu akan berdampak pada cost of travelling atau biaya perjalanan. Apalagi, kondisi daya beli masyarakat juga melemah.
"Nah apalagi kita tahu bahwa sebentar lagi juga kan kalau di pariwisata khususnya dari perspektif hotel, restoran itu kan sebentar lagi kan masuk liburan anak sekolah, dimana itu adalah merupakan salah satu libur yang juga cukup diharapkan bagi industri pariwisata karena pergerakannya biasanya cuku masif," ucap dia.
Lebih lanjut, kata Yusran, dampak lainnya yang dialami industri pariwisata ialah nilai tukar rupiah yang semakin melemah.
Baca Juga: Tekan Emisi di Semua Lini Bisnis, PGEO Pakai PLTS di Fasilitas Operasional & Kantor
Maka dari itu, PHRI berharap para maskapai mengeluarkan kebijakan bahwa tiket pesawat domestik tak lebih mahal dibandingkan penerbangan internasional.
"Nah itu yang membuat berwisata di Indonesia saja itu tidak selalu sukses gitu, itu yang terjadi. Nah kami tidak berharap itu terjadi lagi nih sekarang gitu loh, apalagi pemerintah sudah berusaha untuk mengeluarkan insentif kan terkait masalah tiket pesawat tersebut berhubungan dengan adanya kenaikan avtur," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













