kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ada virus corona, penjualan terigu Bungasari Flour bakal susut 15%-20% di kuartal II


Senin, 06 April 2020 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pabrik PT Bungasari Flour Mills


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan tepung terigu PT Bungasari Flour Mills Indonesia pada kuartal II terancam turun seiring adanya gangguan bisnis sebagai akibat dari wabah virus corona (Covid-19).

Direktur Sales & Marketing Bungasari Flour Mills Indonesia Budianto Wijaya mengatakan, penjualan tepung terigu Bungasari Flour di kuartal II berpotensi turun sekitar 15%-20% jika dibandingkan dengan penjualan di kuartal I-2020. 

Hal ini berbeda dengan tren yang ada pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab biasanya, realisasi penjualan tepung terigu pada tiga bulan pertama dan kuartal II selalu menunjukkan proporsi yang kurang lebih seimbang. 

Baca Juga: Harga gandum menanjak, Bungasari Flour belum akan menaikkan harga jual

Proyeksi penurunan permintaan di periode April hingga Juni didasarkan pada tren penurunan permintaan tepung terigu Bungasari  Flour yang sudah terjadi pada bulan Maret lalu. Sepanjang Maret, terjadi penurunan permintaan di kisaran 15%-20%. 

Hal tersebut terjadi seiring menurunnya kegiatan produksi sejumlah produsen makanan yang selama ini menjadi pelanggan Bungasari Flour di tengah-tengah wabah virus corona.

Maklum saja, sekitar 95% penjualan tepung terigu Bungasari Flour menyasar produsen-produsen makanan baik di skala UKM maupun perusahaan besar. Sementara sebanyak 5% sisanya baru menyasar segmen ritel.

“Karena pasar kan sebagian tutup, mall tutup, dan orang-orang mengurangi intensitas keluar rumah,” jelas Budiyanto kepada Kontan.co.id pada Senin (6/4).




TERBARU

[X]
×