kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Adaro Power Jajaki Proyek PLT Bayu di Kalimantan


Senin, 06 Juni 2022 / 15:47 WIB
Adaro Power Jajaki Proyek PLT Bayu di Kalimantan
ILUSTRASI. Adaro Power sedang dalam proses mengikuti tender proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas 70 megawatt (MW)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Indonesia, menjajaki sejumlah proyek energi terbarukan (EBT). Head of Corporate Communication ADRO, Febriati Nadira mengatakan, Adaro Power sedang dalam proses mengikuti tender proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas  70 megawatt (MW) di Kalimantan.

“Kami juga menjadi salah satu dari dua konsorsium yang lolos kualifikasi untuk tender PLT Sampah Jawa Barat,” imbuh Febriati kepada Kontan.co.id (5/6).

Adaro Power memang tengah mengawal proyek green energy. Sejak awal tahun 2021, Adaro Power telah membangun dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap 130 kWp.

PLTS tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di area operasional pelabuhan/terminal khusus batubara Adaro di Kelanis, Kalimantan Tengah. Dalam perkembangan berikutnya, Adaro Power juga telah menambahkan kapasitas 468 kWp PLTS dengan sistem terapung (floating)pada area kolam kantin di Kelanis.

Baca Juga: Realisasi Pembangkit Minim, Target Bauran EBT Tahun Ini Sulit Tercapai

PLTS terapung di Kelanis itu diestimasikan mampu menghasilkan  listrik sekitar 618 ribu kWh per tahun.

Proyek EBT Adaro Power menjadi bagian dari green initiative dalam tubuh ADRO. Selain meningkatkan porsi EBT dalam bauran energinya, ADRO juga memiliki jangka panjang. Salah satu agendanya antara lain melakukan investasi untuk membangun smelter aluminium.

“Adaro berharap dapat membantu mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina serta meningkatkan penerimaan pajak negara. Adaro juga berharap keberadaan industri aluminium di Kalimantan Utara ini dapat mendatangkan banyak investasi lanjutan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” imbuh Febriati.

Baca Juga: Bos Adaro Power: Terus Pelajari Proyek EBT Melalui Prakarsa Proposal dan Tender

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×