Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha yang bergerak di industri kimia khusus mewaspadai dampak lanjutan dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Asosiasi Industri Kimia Khusus Indonesia (AIKKI) menyoroti potensi lonjakan harga minyak dan biaya logistik, serta rantai pasok bahan baku di tengah memanasnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ketua Umum AIKKI Ridwan Adipoetra membeberkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran dan berdampak pada jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz menimbulkan tekanan terhadap rantai pasok global serta meningkatkan volatilitas harga energi dan bahan baku.
Kenaikan harga minyak, potensi lonjakan biaya logistik serta premi asuransi pengiriman menjadi faktor yang perlu diantisipasi karena dapat menekan margin industri.
Baca Juga: Kinerja Industri Kimia Berpeluang Pulih pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
"Dengan kondisi tersebut, meskipun permintaan domestik masih menjadi penopang utama, pelaku industri saat ini cenderung bersikap lebih berhati-hati atau wait and see," kata Ridwan kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3/2026).
Sebagai upaya memitigasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah, pelaku industri kimia khusus melakukan sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan operasional dan stabilitas kinerja.
Salah satunya adalah melakukan diversifikasi sumber bahan baku dengan mencari alternatif pasokan dari negara-negara yang relatif tidak terdampak konflik, sehingga dapat menekan risiko gangguan rantai pasok dan volatilitas harga.
Selain itu, pelaku industri berupaya melakukan diversifikasi pasar ekspor dengan mengalihkan fokus penjualan ke negara atau kawasan yang tidak terdampak langsung oleh konflik. Langkah ini penting untuk menjaga arus kas serta mempertahankan tingkat utilisasi produksi agar tetap optimal.
Saat ini, beberapa anggota AIKKI yang memiliki pasar ekspor ke kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Dubai menghadapi penundaan (hold) pengiriman.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Gandeng Novo Nordisk Hadirkan Program Penurunan Berat Badan
"Hal ini tentu berdampak pada nilai penjualan, serta potensi pertumbuhan ekspor dalam jangka pendek. Outlook industri kimia khusus pada tahun ini berpotensi mengalami penyesuaian dibandingkan proyeksi awal," ungkap Ridwan.
Di sisi yang lain, penguatan pasar dalam negeri turut menjadi strategi penting dengan memaksimalkan penyerapan produk oleh industri pengguna untuk menjaga stabilitas pendapatan.
Pada saat yang sama, perusahaan melakukan efisiensi operasional dan penguatan manajemen risiko, termasuk meninjau kembali kontrak logistik serta mengantisipasi potensi kenaikan premi asuransi dan biaya pengiriman yang dapat menekan margin usaha.
"Melalui langkah-langkah tersebut, industri berupaya menjaga tingkat utilisasi dan profitabilitas tetap berada pada level yang sehat di tengah ketidakpastian global," tandas Ridwan.
Pada kesempatan sebelumnya, Ridwan memproyeksikan industri kimia khusus akan tumbuh pada tahun ini, terdongkrak oleh rebound di sektor hilir dan meningkatnya kebutuhan produk bernilai tambah.
Baca Juga: Industri Kimia, Farmasi & Obat Tradisional Menopang Pertumbuhan Sektor IKFT pada 2025
Peluang substitusi impor semakin besar melalui penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan dukungan regulasi pemerintah.
"Keberhasilan pengembangan industri ini akan ditentukan oleh kepastian pasokan bahan baku, kemampuan memberikan layanan teknis dan solusi aplikasi kepada pelanggan, serta kedekatan dengan customer lokal untuk menghadirkan nilai tambah melalui formulasi khusus dan respons cepat," kata Ridwan beberapa waktu lalu.
Pengusaha industri kimia khusus juga melirik potensi ekspansi di pasar global. Ridwan mengungkapkan, AIKKI menjajaki perluasan ekspor ke negara-negara maju dan berkembang di berbagai kawasan. Mencakup Amerika Utara dan Amerika Selatan, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia, Eropa, hingga ke Afrika.
Baca Juga: Anak Usaha KAEF, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan Dengan Lima Bank
"Dengan cakupan global yang luas ini, AIKKI menargetkan ekspansi ke pasar maju sekaligus memperkuat penetrasi di negara berkembang yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk kimia khusus," tutup Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













