Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Ajinomoto Indonesia terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui berbagai inisiatif hijau yang terintegrasi dalam program Ajinomoto Health Provider.
Program ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik di Indonesia.
Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, volume sampah plastik nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 9,9 juta hingga 12,4 juta ton per tahun, atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah.
Baca Juga: PLN EPI Jamin Pasokan Batubara PLTU Aman Saat Beban Listrik Lebaran Naik
Menyadari besarnya tantangan tersebut, Ajinomoto meyakini bahwa lingkungan yang bersih merupakan fondasi penting untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat.
Melalui program Ajinomoto Health Provider, perusahaan menghadirkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Sejak 2020, Ajinomoto menerapkan sejumlah terobosan, seperti penggunaan kemasan mono-material berbahan daur ulang serta pengurangan ketebalan kemasan untuk meminimalkan penggunaan plastik.
Salah satu inovasinya adalah AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, kemasan produk MSG yang sebagian material plastiknya digantikan dengan kertas sehingga mampu menurunkan penggunaan plastik hingga 30%.
Pada produk Masako®, penerapan gerakan “No Inner Plastic” serta pengurangan bagian header kemasan berhasil menghemat penggunaan plastik sebesar 8,4%. Sementara itu, inovasi kemasan Sajiku® berbahan mono-material mampu mengurangi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.
Baca Juga: Kembangkan Distribusi White Clay, Semen Baturaja Gandeng Pupuk Indonesia Niaga
Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan tersebut memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton sepanjang 2025.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pengurangan sampah plastik, sekaligus mendukung target pengurangan plastik nasional hingga 30% pada 2029–2030.
Selain inovasi kemasan, Ajinomoto juga memperluas dampak keberlanjutan melalui kolaborasi dengan startup pengelolaan sampah Rekosistem dengan menyediakan fasilitas waste station di Surabaya dan Mojokerto. Fasilitas ini memudahkan masyarakat untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah bank sampah, antara lain Bank Sampah Gunung Emas di Jakarta Timur, Bank Sampah Induk Patriot Bekasi, serta bank sampah di Karawang, Mojokerto, dan Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: WIKA Gedung (WEGE) Garap Proyek RSUD Rupit, Nilai Kontrak Rp 128,59 Miliar
Sepanjang 2025, berbagai inisiatif tersebut telah berhasil menangani sekitar 352 ton sampah. Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi sejumlah komunitas melalui kegiatan pengumpulan dan pengelolaan sampah.
Ajinomoto juga menekankan pentingnya edukasi dalam keberhasilan program keberlanjutan. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dan Greenducation, perusahaan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, khususnya sampah plastik multilapis.
Program Greenducation telah dilaksanakan di Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang dengan melibatkan komunitas, sekolah, serta pelaku usaha kecil seperti warung makan.
Dalam satu tahun, program ini telah mengedukasi sekitar 2.400 peserta sekaligus menyediakan fasilitas drop box untuk memudahkan mitra usaha mengumpulkan kemasan produk Ajinomoto.
Baca Juga: TikTok, Tokopedia, TikTok Shop Hadirkan Ramadan Ekstra Seru, Gerakkan Ekonomi Lokal
Selain masyarakat, Ajinomoto juga meningkatkan literasi lingkungan di kalangan karyawan melalui program Greenducation yang dijalankan secara nasional. Edukasi ini mencakup pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu, serta penyediaan fasilitas drop box di lingkungan kerja.
Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya mengatakan, perusahaan berupaya memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat,” ujar Grant melalui keterangan resminya Kamis (12/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













