kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akhir tahun, Smartfren bidik pendapatan naik 25%


Minggu, 03 Desember 2017 / 14:58 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Smartfren Telecom Tbk menargetkan, hingga akhir tahun nanti, perusahaan bisa membukukan kenaikan pendapatan hingga 25% dari tahun lalu.

Merza Fachys, Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk mengatakan, ke depan, perusahaan berkode saham FREN di Bursa Efek Indonesia ini akan fokus mengembangkan jaringan 4G LTE sebagai salah satu strategi untuk membidik target tersebut. Adapun, lanjutnya, Smartfren Telecom hingga saat ini sudah memiliki BTS dengan jumlah 16.621.

"Kalau untuk BTS, kita pasti akan bangun terus, karena semakin banyak pelanggan, semakin banyak kita harus bangun, itu enggak ada selesainya," ujar Merza saat ditemui KONTAN.co.id belum lama ini.

Dia tidak menyebut secara pasti wilayah mana saja yang diincar untuk penambahan BTS. Yang jelas, kata dia, beberapa tempat yang berpotensi menghasilkan pendapatan akan menjadi lokasi yang disasar oleh perusahaan.

Berkaitan dengan penambahan BTS, Merza mengaku dalam proses pembangunannya sedikit terganggu oleh kondisi cuaca dan bencana di beberapa titik di wilayah Indonesia. Dengan begitu, dia belum bisa memastikan secara pasti berapa BTS lagi yang ditargetkan hingga akhir tahun ini.

Hingga kini, Smartfren sudah memiliki sekitar 11 -12 juta pelanggan yang semuanya 4G. Sampai akhir tahun, perusahaan menargetkan pelanggan di kisaran angka tersebut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×