kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Alasan HM Sampoerna belum pasarkan Iqos


Minggu, 24 Maret 2019 / 10:38 WIB

Alasan HM Sampoerna belum pasarkan Iqos
ILUSTRASI. Rokok Marlboro dan rokok elektrik iQOS dari Philip Morris

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Induk perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Philip Morris International sudah mengeluarkan produk Iqos, yakni rokok tanpa asap. Meski begitu, produk tersebut belum juga dipasarkan di Indonesia.

“Induk perusahaan kami memang memiliki produk bernama Iqos. Perbedaan antara Iqos dan rokok adalah cara konsumsinya, yang satu dibakar, sementara Iqos dipanaskan,” kata Direktur Urusan Eksternal Sampoerna HM Sampoerna, Elvira Lianita dalam keterangannya, Jumat (21/3).


Elvira meneruskan produk Iqos juga sangat minim risiko kesehatan. “Kalau dipanaskan maka pembentukan zat-zat kimia yang berbahaya maupun berpotensi berbahaya mengecil. Itu perbedaan mendasarnya,” ujar Elvira yang turut menyaksikan ekspor perdana Marlboro dan L&M ke pasar Duty Free Jepang.

Terkait komersialisasi Iqos di Indonesia, Elvira belum tahu kapan akan terealisasinya. Untuk memasarkan produk hasil dari pengembangan teknologi itu, dia melanjutkan, diperlukan adanya dua parameter. Pertama, terkait dengan pemahaman perokok dewasa tentang produk tersebut.

“Kami tidak mungkin meluncurkan kalau perokok tidak paham perbedaannya antara Iqos dan rokok. Jadi kami harus memastikan bahwa perokok dewasa paham perbedaannya, sehingga mereka bisa memilih dengan informasi yang cukup,” tegasnya.

Adapun parameter kedua tentang regulasi dan kebijakan fiskal yang tepat untuk produk ini. “Hal ini memang ada aturan cukainya. Tetapi masih ada hal-hal yang perlu disikapi pemerintah baik dari sisi regulasinya maupun sisi fiskalnya,” katanya.

Jika kedua parameter tersebut sudah terealisasi, Sampoerna siap memasarkan Iqos di Indonesia. “Kalau kedua hal tersebut sudah ada, yakni pemahaman konsumen dewasa dan lingkungan regulasi dan fiskalnya sudah sesuai, maka di situlah kami akan mempertimbangkan untuk komersialisasi Iqos ini,” ucapnya.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0537 || diagnostic_web = 0.2700

Close [X]
×