kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Amdatara Proyeksikan Industri AMDK Masih Mampu Tumbuh 6% hingga Akhir Tahun


Senin, 06 Juli 2026 / 18:54 WIB
Amdatara Proyeksikan Industri AMDK Masih Mampu Tumbuh 6% hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Proyeksi pertumbuhan industri AMDK hingga akhir 2026 ternyata tak semulus perkiraan. Amdatara ungkap tekanan biaya dan regulasi baru yang membayangi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) memproyeksikan industri air minum dalam kemasan (AMDK) masih dapat bertumbuh hingga akhir tahun 2026, meskipun di tengah tekanan biaya dan dinamika regulasi.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo memperkirakan, sepanjang tahun ini industri AMDK dapat meningkat di kisaran 4%–6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 2025, dari basis volume nasional sekitar 45–46 miliar liter per tahun. 

"Pertumbuhan ini didorong oleh karakter AMDK sebagai kebutuhan dasar masyarakat serta permintaan yang tetap stabil," katanya kepada Kontan, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Tak Cukup Cetak Sawah, Papua Perlu Perkuat Hilirisasi Pangan Lokal

Namun, Karyanto menilai laju pertumbuhannya akan cenderung lebih moderat. Pasalnya, industri mulai memasuki fase penyesuaian menuju implementasi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 62 Tahun 2024 terkait pemberlakuan wajib standar nasional Indonesia (SNI) yang efektif pada Oktober 2026 mendatang.

Selain itu, Permen ESDM No. 5 Tahun 2024 terkait penghitungan Nilai Perolehan Air Tanah (NPA) sebagai dasar pajak daerah juga dinilai turut menambah tekanan biaya bagi industri. Amdatara menilai pemerintah perlu mendorong harmonisasi implementasi dalam kebijakan ini.

Lebih lanjut, Karyanto mengungkap industri juga mengharapkan kebijakan logistik yang adaptif dalam menghadapi implementasi Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) yang akan berlaku penuh per 1 Januari 2027. 

"Untuk menjaga pertumbuhan industri tetap terjaga hingga akhir tahun, pelaku usaha membutuhkan dukungan kebijakan yang memberikan kepastian dan keseimbangan," tuturnya.

Baca Juga: Data Center Indonesia Tumbuh Pesat, AI dan Cloud Jadi Mesin Penggerak

Selain itu, Amdatara menilai dukungan terhadap pengembangan ekonomi sirkular, termasuk penggunaan plastik daur ulang (recycled polyethylene terephthalate/rPET) dan sistem pengumpulan kemasan juga penting, guna memperkuat keberlanjutan industri ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×