kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Amman tunjuk verifikator untuk evaluasi smelter


Senin, 21 Agustus 2017 / 17:36 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah menunjuk tim verifikator independen pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral. Smelter ini direncanakan dibangun di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Bambang Susigit membenarkan bahwa AMNT sudah menunjuk tim verifikator untuk evaluasi kemajuan pembangunan smelternya.

"Sudah mengajukan," ungkapnya singkat kepada KONTAN di Jakarta, Senin (21/8). Namun,Bambang enggan menjawab siapa verifikator yang ditunjuk oleh AMNT. Juga, Bambang enggan menyebutkan berapa lama evaluasi tersebut selesai dan bagaimana nasib ekspornya.

Adapun Kementerian ESDM telah menetapkan tiga perusahaan untuk ditunjuk menjadi verifikator yakni PT Surveyor Indonesia, PT Rekayasa Industri dan PT Sucofindo.

Asal tahu saja, batas waktu penyerahan tim verifikator independen adalah enam bulan setelah rekomendasi ekspor diberikan. Adapun AMNT mendapatkan rekomendasi ekspor pada 17 Februari 2017 dengan Nomor 352/30/DJB/2017 sampai 17 Februari 2018 dengan kapasitas 675.000 ton konsentrat.

Namun, pemerintah menetapkan akan mengevaluasi per enam bulan kemajuan pembangunan smelter. Jadi, penunjukan tim verifikator independen untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan smelter paling sedikit mencapai 90% dari rencana kerja.

Bila hasil evaluasi selama 6 bulan tidak mencapai 90% maka izin ekspor bakal dicabut. Hal itu sesuai dengan pernyataan pemerintah pada Februari lalu.

Seperti diketahui, AMNT mengklaim berkomitmen membangun smelter di Sumbawa, NTB dengan kapasitas 1 juta ton smpai 2 juta ton konsentrat dengan investasi senilai US$ 1 miliar.

"Kami sudah mengajukan," kata Juru Bicara AMNT, Rubi Purnomo kepada KONTAN, pekan lalu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×