kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Amvesindo: Harus bangun ekosistem start-up


Minggu, 17 Juli 2016 / 23:06 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perusahaan pengelola dana KKR & Co and Warburg Pincus LLC berniat investasi US$ 400 juta untuk Gojek. Dengan suntikan modal itu, nilai Gojek naik jadi US$ 1,2 miliar atau mendekati nilai pesaingnya Grab US$ 1,6 miliar.

Sebelumnya, Gojek telah meraih investor dari Sequoia Capital, NSI Ventures yang merupakan bagian dari Northstar Group, serta DST Global yang dipimpin Facebook dan Twitter. Bantuan dana tersebut, turut menandakan masuknya peran asing dalam bisnis start up di tanah air.

Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Start Up Indonesia Jefri R. Sirait mengatakan Gojek menjadi salah satu perusahaan start up yang cukup berkembang dua tahun belakangan. Tak heran, hal itu membuat investor asing tertarik. "

"Indonesia dengan 250 juta orang ditambah penetrasi internet yang sudah membaik dibanding 5 tahun lalu membuat mobile internet beredar besar sekali," katanya Jefri kepada KONTAN, Minggu (17/7).

Hal tersebut lantas dibidik investor asing. Sebab dinilai memiliki mobile internet based yang baik. Hal itu juga yang dirasakan pemain start up lain seperti perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce.

Misalnya saja peran Alibaba China yang melakukan investasi lewat Lazada di Indonesia. Termasuk di antaranya adalah Gojek. "Seharusnya disini dibutuhkan peran banyak stakeholder untuk bergerak lebih cepat," imbuhnya.




TERBARU

[X]
×