kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Amvesindo: Harus bangun ekosistem start-up


Minggu, 17 Juli 2016 / 23:06 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya yakni, perusahaan lokal itu dikelola oleh lokal, didanai oleh pemerintah dalam negeri, namun ditujukan secara secara global. "Jadi Indonesia yang justru berperan ke luar," terangnya.

Selain didukung oleh populasi yang besar dari Indonesia, Gojek dinilai memiliki sistem perusahaan matang. Hal itu bisa dilihat dari target market, financial goal yang jelas.

Dia juga menilai, banyak pula investor Indonesia yang mendirikan perusahaan di luar negeri. Hal itu menjadi alasan, sebab dinilai lebih favorable. Misalnya dekat dengan dana dari investor hingga regulasi tentang tax incentive.

"Yang seharusnya menjadi goal kita adalah bagaimana seharusnya semua stakeholder terkait membangun ekosistem," katanya.

Hal itu setidaknya sudah dimulai dengan visi pemerintah untuk membangun 1000 perusahaan start up di tanah air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×