kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Anak usaha PGN siapkan Rp 260 M kembangkan SPBG


Kamis, 27 Februari 2014 / 14:47 WIB
ILUSTRASI. Tidak hanya tabungan Neo NOW & Deposito WOW yang menawarkan bunga menarik dari 6%-8%, BNC juga menghadirkan beberapa layanan keuangan & fitur inovatif melalui aplikasi neobank, dalam menjawab kebutuhan transaksi keuangan & lifestyle masyarakat Indonesia.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk menyiapkan dana investasi senilai Rp 260 miliar untuk pengembangan 12 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refinery unit (MRU) pada 2014 ini. Rencananya, proyek SPBG tersbut akan dibangun di beberapa wilayah, yaitu Jabodetabek, Sukabumi, Surabaya, serta Pekan Baru.

Danny Praditya, Direktur Utama Gagas Energi Indonesia mengatakan, pada tahun lalu pihaknya telah berhasil membangun SPBG Pondok Ungu dan satu unit MRU di Jakarta. "Tahun ini, kami merencanakan akan membangun 16 unit lagi dengan perkiraan investasi sebesar Rp 260 miliar," ujarnya di acara 8th Natural Gas Vehicles & Infrastructure Indonesia Forum & Exhibition di Jakarta, Kamis (27/02).

Dia mengatakan, MRU yang telah dibangun pihaknya di areal Monumen Nasional (Monas) Jakarta cukup efektif. Di mana, setiap harinya stasiun pengisian tersebut mampu melayani 300 unit bajaj dan 100 unit kendaraan operasional milik instansi maupun masyarakat umum.

Sedangkan SPBG Pondok Ungu ditargetkan akan melayani konsumen sebanyak 1.000 unit kendaraan seperti taksi, bus TransJakarta, dan kendaraan lain per hari. Sedangkan harga bahan bakar gas (BBG) mencapai Rp 3.100 per liter setara bahan bakar minyak (BBM).

Danny bilang, seluruh invetasi untuk pembangunan 12 SPBG dan 4 MRU berasal dari kas internal perusahaan. "Kami mengharapkan dengan tambahan infrastruktur SPBG dan MRU yang kami bangun ini, akan mampu mempercepat program konversi BBM ke BBG," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×