kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lelang distribusi gas selesai 4 bulan lagi


Jumat, 14 Februari 2014 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Yuk Intip Clarence House, Rumah Raja Charles III dan Camilla


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pelelangan proyek pembangunan jaringan pipa gas distribusi di lima kota seperti Semarang, Prabumulih, Pasuruan, dan Jambi akan selesai paling lambat empat bulan lagi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pelelangan ini sejak Oktober 2013 lalu dan belum selesai hingga saat ini.

Umi Asngandah, Direktur Gas Bumi BPH Migas menyampaikan pemenang di masing-masing daerah tersebut akan diumumkan pada Juni 2014 mendatang. Ia bilang saat ini perkembangannya masih dalam tahap kajian ekonomi dan teknis. "Nanti setelah 4 bulan itu selesai, barulah mereka lakukan pembangunan pipa dan pengelolaannya. Kajian teknis mereka harus bisa, dari segi ekonomi dipilih yang banyak efisiensi, " kata Umi, Jumat (14/02).

Ia menambahkan untuk parameter utama dalam memenangkan lelang harus ada pasokan gas yang jelas dan pembelinya (offtaker), selebihnya bisa dilihat dari pengalaman dan kinerja proyek sebelumnya. Katanya, BPH Migas mengadakan lelang ini agar jaringan distribusi pipa ini tidak dikelola lebih dari satu badan usaha. Nantinya, setiap badan usaha memiliki jatah wilayahnya sendiri. "Jangan seperti di Jakarta ini, kan yang mengelola ada PGN, ada Pertamina, EHK (Energasindo Heksa Karya), jadi tumpang tindih. Jika sudah ada sistemnya, dan siapa pemenangnya maka ada jatahnya masing-masing, " kata dia.

Kelima wilayah tersebut memang dipilih sebagai tempat jaringan distribusi gas sebab lokasinya yang dekat dengan sumber gas. Jika gas sudah teraliri, maka gas tersebut akan digunakan untuk rumah tangga, industri menengah, industri kecil, atau bisa dijadikan untuk jaringan pembangunan stasiun pengisian bahanbakar gas (SPBG).

Ia memaparkan di tahun 2025, konsumsi dan pemintaan gas akan bertambah sebesar 30 persen. Hal itu tentunya harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur salah satunya jaringan pipa. BPH Migas sendiri memiliki target di tahun 2025 harus sudah membangun 16.000 km pipa. Maka, harus ada dukungan dari semua badan usaha, apalagi untuk soal open access untuk mendukung distribusi gas yang lebih efisien. "Saat ini pipa open access sudah 3.773 km. Ada yang dari PGN, Pertagas, TGI, dan lain-lain. Persentase pipa yang sudah open access paling besar memang dari Pertagas, " kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×