Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengelola destinasi wisata mulai waspada terhadap dampak ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berpotensi menekan kunjungan wisatawan pada 2026. Sejumlah strategi pun disiapkan untuk menjaga kinerja pada kuartal II.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatat penurunan jumlah pengunjung pada kuartal I-2026. Manager Corporate Communication PJAA Daniel Windriatmoko mengatakan, total kunjungan Ancol turun 14% secara tahunan (year-on-year/YoY) sepanjang Januari–Maret 2026.
Baca Juga: Gaikindo Tunggu Aturan Final Insentif Mobil Listri
Selain faktor cuaca dengan curah hujan tinggi, penurunan juga dipengaruhi ketidakpastian global yang membuat masyarakat lebih selektif dalam aktivitas leisure.
“Ketidakpastian global ikut memengaruhi minat masyarakat untuk berwisata,” ujar Daniel kepada Kontan.o.id, Selasa (5/5/2026).
Meski demikian, Ancol optimistis kinerja kunjungan dapat pulih pada kuartal II-2026. Momentum libur sekolah, long weekend, serta cuaca yang lebih kondusif menjadi faktor pendorong.
Untuk mendukung pemulihan tersebut, Ancol menyiapkan sejumlah pengembangan kawasan, mulai dari wisata religi melalui Masjid Apung, pembangunan social club dan wellness center, hingga fasilitas olahraga padel.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Catat Kinerja Positif Kuartal I-2026, Cermati Faktor Pendorongnya
Selain itu, pengembangan hunian SOHO di Tugu Permai serta peningkatan konektivitas melalui JPO Ancol dan akses ke Jakarta International Stadium (JIS) juga dilakukan untuk memperkuat aksesibilitas.
“Berbagai langkah ini untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses pengunjung,” jelasnya.
Di sisi lain, PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya mencatat kunjungan pada kuartal I-2026 cenderung stabil dengan sedikit peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Managing Director Marga Anggrianto menyebut, pola kunjungan masih mengikuti tren musiman, yakni turun saat Ramadan dan meningkat pada periode Lebaran.
Baca Juga: Industri Keramik Tertekan, Harga Gas Melonjak 60% dan Rupiah Melemah
Untuk menggenjot kunjungan, perusahaan menghadirkan program festival musik “Sunset di Kebun Series 2026” yang akan digelar di Kebun Raya Bogor pada 9 - 10 Mei 2026, Jakarta pada Juni, dan ditutup di Bali Juli.
“Target kami sekitar 60.000 pengunjung dari rangkaian acara ini,” ujarnya.
Menurut Marga, program tersebut berkontribusi sekitar 20%–30% terhadap kinerja tahunan perusahaan.
Sepanjang 2025, total kunjungan ke seluruh Kebun Raya mencapai sekitar 1,8 juta orang, dan ditargetkan dapat menembus 2 juta pengunjung pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













