kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.846   -44,00   -0,25%
  • IDX 6.378   76,54   1,21%
  • KOMPAS100 829   5,91   0,72%
  • LQ45 632   4,87   0,78%
  • ISSI 222   5,27   2,43%
  • IDX30 353   2,54   0,72%
  • IDXHIDIV20 430   2,34   0,55%
  • IDX80 95   0,65   0,69%
  • IDXV30 118   0,90   0,77%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Anjloknya harga karet bikin petani lokal merugi


Jumat, 09 Mei 2014 / 16:49 WIB
ILUSTRASI. Manfaatkan Kode Promo PegiPegi Tiket Bus & Travel, Ada Diskon Hingga Rp80.000


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah Indonesia menilai harga karet internasional yang anjlok dan berada dibawah level US$ 2 per kilogram (kg) telah merugikan petani karet dalam negeri. Pasalnya dengan harga internasional yang terbentuk saat ini, membuat harga karet di tingkat petani hanya dihargai Rp 6.000 per kg-Rp 7.000 per kg.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, dengan harga saat ini petani sudah sangat merugi. "Tentu (penurunan harga karet internasional) sangat menekan harga di tingkat petani," ujar Bayu, Jumat (9/5).

Idealnya, agar tidak memberatkan petani dan kalangan industri harga karet internasional berada di kisaran US$ 3 per kg-US$ 3,5 per kg. Karena bila harga karet melambung hingga US$ 5 per kg tentu hal tersebut akan memberatkan produsen ban.

Sementara itu bila harga karet sudah berada di bawah US$ 2,5 per kg, hal tersebut akan memberatkan petani. Seperti diketahui, 90% dari lahan perkebunan karet yang ada dimiliki oleh petani rakyat. Rekor harga karet sendiri terjadi pada sekitar tahun 2000. Pada saat itu harga karet mencapai US$ 5,6 per kg-US$ 5,7 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×