kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Apolin sebut penurunan harga gas industri bisa kerek utilisasi hingga 95%


Rabu, 19 Februari 2020 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Gas untuk industri: Suasana pengisian gas untuk keperluan industri di CV. KArya Guna, Jakarta Barat, Kamis (3/8). KONTAN/Baihaki/3/8/2017


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Di sisi lain, Rapolo juga mengaku optimistis bahwa penurunan harga gas industri ke level US$ 6 per mmbtu akan diikuti oleh investasi berupa ekspansi penambahan kapasitas produksi di kalangan pelaku industri apabila terealisasi.

“Untuk menumbuhkan investasi itu harus ada stimulus, apa di antaranya, adalah ketersediaan harga gas yang sesuai dengan yang di perpres itu,” ujar Rapolo ketika ditemui pada acara Focus Group Discussion bertajuk ‘Menanti Perpres No 40 Tahun 2016 bagi Dunia Usaha,’ Rabu (19/2).

Menurutnya, agenda ekspansi yang dilakukan oleh pelaku industri oleochemicals berpotensi memicu timbulnya segenap manfaat turunan lainnya.

Sebagai industri yang berada di posisi hilir, ekspansi penambahan kapasitas produksi akan meningkatkan serapan pasokan minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dari industri sawit di sektor hulu.

Baca Juga: Kementerian ESDM proyeksikan adanya investasi US$ 117 miliar dalam lima tahun

Selain itu, agenda ekspansi juga berpotensi meningkatkan jumlah serapan tenaga kerja pada industri oleochemicals  sebesar 10%-15% serta meningkatnya penerimaan pajak negara seiring meningkatnya penghasilan perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×