kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Asing tidak boleh dominan di pengelolaan bandara


Selasa, 19 November 2013 / 16:29 WIB
Asing tidak boleh dominan di pengelolaan bandara
ILUSTRASI. PT Pertamina dipastikan masih belum akan melakukan penyesuaian harga BBM kendati harga keekonomian sejumlah produknya terus meroket. KONTAN/Baihaki


Reporter: Fahriyadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Perhubungan, Evert Ernest Mangindaan mengaku tidak setuju jika pengelolaan bandar udara (bandara) di Indonesia dibuka untuk investor asing.

"Jangan dan tidak boleh pengelolaan bandara dibuka seluas-luasnya pada asing, kalaupun dibuka sifatnya terbatas dan asing tak boleh dominan," ujar Mangindaan, Selasa (19/11).

Ia mengatakan semua Undang-Undang (UU) dalam bidang perhubungan, baik di penerbangan, pelayaran, kereta api, dan angkutan jalan itu tidak diperkenankan asing mengelola lebih besar dalam pelayanan publiknya.

Ia mempersilahkan pihak Angkasa Pura yang saat ini mengelola sejumlah bandara di Indonesia untuk bekerjasama dengan siapa pun dalam rangka memenuhi dan meningkatkan pelayanan pada publik. Tapi, politisi Partai Demokrat ini mengingatkan agar sahamnya jangan dijual murah semuanya pada asing.

Untuk bekerjasama pun, Mangindaan bilang kemampuan investor asing dalam mengelola harus dikaji sehingga tidak asal masuk dan ikut mengelola.

Contoh Bandara Ngurah Rai, Mangindaan bilang Angkasa Pura berstatus pengelola penuh atas bandara itu, tapi kegiatan pengelolaan terminal dilakukan oleh investor asing. "Dan itu tak masalah, karena kerjasama tidak terkait saham dan bermanfaat untuk memperlancar pelayanan publik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×