Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Graphia Tbk (ASGR) terus memperkuat bisnis solusi teknologi informasi melalui unit usahanya, Astragraphia Information Technology (AGIT), di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi digital di kalangan korporasi.
Bisnis solusi teknologi informasi kini menjadi salah satu motor pertumbuhan utama perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan dari bisnis solusi teknologi informasi mencapai Rp 455,25 miliar pada kuartal I-2026 atau berkontribusi sekitar 60% terhadap total pendapatan ASGR sebesar Rp 759,82 miliar.
Baca Juga: Pendapatan Astra Graphia (ASGR) Naik 5,34%, Bisnis Solusi Digital Jadi Andalan Baru
Sementara itu, bisnis solusi dokumen menyumbang pendapatan sebesar Rp 322,86 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 86,23% menjadi Rp 69,48 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 37,31 miliar.
Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia Satryo Dewandono mengatakan, pertumbuhan bisnis solusi teknologi informasi sejak tahun lalu menunjukkan tren positif.
Kinerja tersebut ditopang peningkatan pendapatan dari layanan IT Services dan Infrastructure as a Service (IaaS), serta dukungan bisnis principal based.
“Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan ke depan yang berfokus menjadi IT Professional Services,” ujar Satryo kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5).
Baca Juga: Skema Bagi Hasil Baru Ojol Menjadi Tantangan bagi Aplikator
ASGR memandang prospek bisnis solusi TI hingga akhir 2026 masih cukup menjanjikan.
Mengacu pada proyeksi International Data Corporation (IDC), total belanja teknologi informasi diperkirakan tumbuh sekitar 13% pada 2026.
Menurut Satryo, kondisi tersebut menjadi sinyal positif sekaligus peluang bagi Astragraphia untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dengan fokus pada layanan IT Services.
Secara khusus, perusahaan memperkuat pengembangan bisnis pada layanan IT Professional Services yang mencakup IT Managed Services, Cyber Security, IT Operation Services, Infrastructure Solutions, hingga Cloud Services.
Selain pengembangan bisnis, ASGR juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program upskilling dan reskilling, serta penguatan budaya kerja perusahaan.
Baca Juga: Tingginya Kasus Kanker Dorong Pemanfaatan Teknologi Diagnostik Presisi
Satryo menambahkan, investasi perusahaan di bidang teknologi informasi akan difokuskan pada aspek fundamental bisnis agar lebih resilien terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
“Teknologi saat ini berkembang tidak hanya untuk mendukung remote working dan remote learning, tetapi juga platform digital seperti cloud, AI, automation, analytics, dan cyber security,” jelasnya.
Meski persaingan di industri teknologi informasi semakin ketat, ASGR tetap optimistis dapat memperkuat posisinya melalui diferensiasi layanan dan pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan korporasi.
“Persaingan di bidang IT cukup luas. Kompetitor utama berasal dari perusahaan yang memang fokus bergerak di sektor enterprise information technology,” tutup Satryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












