kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pendapatan Astra Graphia (ASGR) Naik 5,34%, Bisnis Solusi Digital Jadi Andalan Baru


Minggu, 24 Mei 2026 / 21:42 WIB
Pendapatan Astra Graphia (ASGR) Naik 5,34%, Bisnis Solusi Digital Jadi Andalan Baru
ILUSTRASI. Paparan Publik PT Astra Graphia Tbk 2026 yabg digelar di Catur Dharma, Menara Astra, Jakarta. Adapun (Astra Graphia/DOK)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Graphia Tbk (ASGR) tetap melihat peluang pertumbuhan bisnis di tengah tren hybrid working dan digitalisasi kantor yang mengubah pola kebutuhan layanan printing dan document solution.

Manajemen ASGR menyebut, perubahan tersebut justru membuka ruang ekspansi baru, khususnya pada bisnis solusi digital dan layanan teknologi informasi.

Baca Juga: Skema Bagi Hasil Baru Ojol Menjadi Tantangan bagi Aplikator

Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia Satryo Dewandono mengatakan, pola kerja remote dan hybrid memang berpotensi menekan volume cetak di perkantoran.

Namun, perusahaan melihat peluang pertumbuhan pada segmen solusi digital, mulai dari document solution hingga solusi pengadaan perangkat teknologi informasi (TI).

“Astra Graphia terus berupaya meningkatkan penyebaran jumlah instalasi mesin yang berfokus pada segmen dengan potensi tinggi, seperti financial services, graphic art, dan manufacturing,” ujar Satryo kepada Kontan.co.id, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Kasus Kanker Terus Meningkat, Kerjasama dan Teknologi Jadi Kunci Layanan Onkologi

Menurut dia, kebutuhan printing konvensional kini mulai bergeser menuju layanan digital document management dan cloud-based solution.

Meski volume cetak nasional diproyeksikan masih menghadapi tekanan, ASGR melihat peluang pertumbuhan baru pada sektor cloud services, AI-based solutions, dan managed services.

“Permintaan terhadap pencetakan fisik cenderung menurun, tetapi diimbangi peningkatan kebutuhan layanan digital document management, e-document solutions, cloud printing, serta managed print services,” jelasnya.

Astra Graphia juga menilai permintaan terhadap solusi color printing, graphic communication, dan layanan berbasis digital masih akan tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan korporasi terhadap efisiensi dan komunikasi visual.

Baca Juga: PLN: 176 Gardu Induk Kembali Normal, Sistem Kelistrikan di Sumatra Berangsur Pulih

Untuk menjaga daya saing, manajemen ASGR berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan penetrasi color market, perluasan complementary business seperti solusi dokumen, layanan infrastruktur TI, dan managed services, serta peningkatan nilai tambah melalui integrasi teknologi digital.

Salah satu fokus pengembangan perusahaan ialah Smart Office Solution yang mencakup layanan cloud printing & scanning, digital document automation & document management system, digital form processing, hingga digital signature.

“Smart Office Solution merupakan inovasi solusi alur kerja digital yang mendukung cara kerja lebih aman dan efisien mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pendistribusian dokumen agar semakin terintegrasi dengan perangkat multifungsi dari FUJIFILM Business Innovation secara komprehensif,” ungkap Satryo.

Dari sisi kontribusi bisnis, ASGR masih mengandalkan segmen business to business (B2B). Segmen korporasi dan institusi saat ini menjadi penggerak utama sekaligus kontributor terbesar terhadap total pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Amdatara Soroti Tantangan Industri, dari Krisis Geopolitik hingga Ekonomi Sirkular

Secara kinerja keuangan, ASGR membukukan pendapatan sebesar Rp 759,82 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 5,34% dibandingkan Rp 721,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 86,23% menjadi Rp 69,48 miliar, dari sebelumnya Rp 37,31 miliar pada kuartal I-2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×