kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Audit gula rafinasi molor hingga akhir Oktober


Jumat, 07 Oktober 2011 / 17:42 WIB
Audit gula rafinasi molor hingga akhir Oktober
ILUSTRASI. Obligasi


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Audit gula rafinasi molor hingga Oktober 2011. Sebelumnya Kementerian Perdagangan menargetkan audit distribusi gula khusus untuk industri itu selesai pada September 2011.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo, beralasan masih ada beberapa metode yang masih harus diperdalam. "Ada beberapa yang kita suruh untuk disempurnakan supaya hasilnya tidak mengundang perdebatan," ucapnya, Jumat (7/10).

Audit itu sebenarnya telah terealisasi untuk tahap penelusuran distribusi terhadap perusahaan dan distributor. "Yang masih sulit itu subdistributor. Apakah dia ikuti referensi aturan Permendag 111 atau tidak. Itu yang jadi evaluasi dan itu harus dilaporkan ke kami dari surveyor," tuturnya.

Desakan datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia agar audit itu segera selesai. Sebab hal ini menjadi pedoman tindakan yang harus dilakukan terhadap konsumen di wilayah timur Indonesia. Wilayah itu mengalami defisit pasokan yang tidak dapat dipenuhi produksi gula kristal putih

"Karena produksi gula kristal tidak mencukupi maka selama ini gula rafinasi yang menggantikan," ucap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×