kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Awal tahun, impor garam industri masuk 62.000 ton


Senin, 24 Februari 2014 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Spesifikasi Infinix Zero Ultra.


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Impor garam untuk industri diawal tahun 2014 ini telah masuk sebanyak 62.000 ton. Kebutuhan garam industri tersebut digunakan untuk bahan baku seperti pengolahan pulp dan kertas, industri pengeboran, dan industri tekstil.

Bachrul Chairi, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, kebutuhan garam industri membutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi yakni kandungan Nhcl (Natrium Clorida) yang mencapai 97%.

"Jadi memang intinya tahun 2013 itu kita tidak melakukan impor sama sekali untuk garam konsumsi," kata Bachrul, Senin (24/2).

Mengutip data Kemendag, realisasi impor garam untuk industri sepanjang tahun 2013 lalu mencapai 1,01 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30% masuk kedalam klasifikasi garam industri untuk aneka pangan seperti penyedap rasa.

Bachrul juga membantah, bila impor garam sebanyak 255.000 ton sepanjang tahun lalu dan 135.000 ton untuk periode Januari-Februari 2014 yang selama ini diberitakan merupakan jenis konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×