kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Badak LNG siapkan 2.020 ha untuk kilang minyak


Kamis, 12 Maret 2015 / 13:11 WIB
Badak LNG siapkan 2.020 ha untuk kilang minyak
ILUSTRASI. Pencari MPV Merapat, Intip Harga Mobil Bekas Daihatsu Luxio Lawas yang Kian Murah. TRIBUNNEWS/JEPRIMA


Sumber: Antara | Editor: Uji Agung Santosa

BONTANG. PT Badak LNG telah menyiapkan lahan seluas 2.020 hektare untuk mendukung rencana pemerintah membangun kilang minyak dan gas di Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas hingga 350.000 barel per hari.

Vice President Production PT Badak LNG Deded Hendra saat acara kunjungan media di Bontang, Rabu, mengatakan pihaknya sangat mendukung jika pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM dan Pertamina menjatuhkan pilihannya untuk membangun kilang migas di Bontang.

"PT Badak LNG sangat siap jika kilang itu dibangun di Bontang. Pertimbangannya, tidak perlu repot mengeluarkan biaya dalam pembebasan lahan karena kita telah siap dalam hal lahan, pelabuhan dan bandara," katanya.

Hanya saja, lanjutnya, Badak LNG hanya sebagai operator dalam mengoperasikan kilang itu, LNG (gas alam cair) maupun elpiji "Prinsipnya kami hanya sebagai koki yang tetap melayani pemesan. Jadi, masalah pembangunan kilang itu bukan kapasitas kami, karena hanya mampu menyiapkan fasilitas untuk mendukung pengoperasian jika nantinya kilang itu dibangun di Bontang," tambahnya.

Ia mengatakan, jika pembangunan kilang itu benar-benar terealisasi, masyarakat Kota Bontang secara otomatis ikut merasakan dampaknya, salah satunya dalam penyerapan tenaga kerja.

Hanya saja, ujar Deded, pembangunan kilang itu tidak mudah karena membutuhkan proses dan dukungan semua institusi baik pemerintah maupun masyarakat termasuk media massa.

Ia juga meminta bantuan dari media massa untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan kilang tersebut agar ada pemahaman dan jangan sampai hal kecil bisa menjadi kendala hanya karena masalah keamanan alur perairan.

"Ini termasuk kerikil yang bisa berakibat batalnya kilang itu dibangun, seperti jalur Pulau Beras Basah yang saat ini sebagai objek pariwisata. Itu tidak dibenarkan karena perairan itu salah satu jalur vital pelayaran dalam mengangkut gas di Bontang dan harus steril," paparnya. Selain itu, di Pulau Beras Basah terdapat alat navigasi yang menjadi titik koordinat pelayaran internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×