kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45997,25   4,56   0.46%
  • EMAS1.134.000 0,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Beda STTP dan GRPM Melihat Peluang Penjualan Saat Puasa Serta Lebaran


Senin, 12 Februari 2024 / 19:35 WIB
Beda STTP dan GRPM Melihat Peluang Penjualan Saat Puasa Serta Lebaran
ILUSTRASI. Memasuki masa puasa-lebaran, konsumsi masyarakat termasuk di sektor Fast Moving Consumer Good (FMCG) diprediksi akan meningkat. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki masa puasa-lebaran, konsumsi masyarakat termasuk di sektor Fast Moving Consumer Good (FMCG) diprediksi meningkat. Peningkatan ini biasanya ditandai juga dengan peningkatan penjualan dari beberapa emiten yang bergerak di sektor makan-minum. 

Distributor minuman berkarbonasi Coca-cola misalnya, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) memprediksi akan ada peningkatan penjualan kurang lebih 30% hingga 40% pada masa puasa-lebaran, terutama saat puncak lebaran. 

“Peningkatan (penjualan) kurang lebih 30 sampai dengan 40 persen kalau dibanding hari biasa,” ungkap Presiden Direktur Graha Prima, Agus Susanto saat dihubungi Kontan, Senin (12/02).

Baca Juga: Jadi Emiten BEI, Graha Prima Mentari (GRPM) Memperluas Distribusi Produk

Ia juga mengungkap bahwa kenaikan penjualan ini juga akan berpengaruh pada peningkatan target perseroan jelang lebaran. 

“Biasanya target akan naik, sekitar 30 persenan,” katanya. 

Lain halnya dengan Graha Prima yang optimis penjualan akan naik di momen lebaran, produsen makanan ringan yang didirikan pada tahun 1972 di Jawa Timur, PT Siantar Top Tbk (STTP) mengatakan peningkatan penjualan di masa lebaran tidak akan terlalu signifikan bagi perseroan.

“Kita tidak melakukan produksi khusus lebaran, jadi lebaran ataupun tidak lebaran, itu tidak pengaruh yang besar ke penjualan kita ya. Justru malah kalau libur lebarannya panjang, kita turun (penjualan) karena distribusinya (produk-produk) juga ikut libur kan,” ungkap Direktur Utama STTP, Armin kepada Kontan, Senin (12/02).

Armin menambahkan, memang biasanya sebelum lebaran khususnya ritel akan melakukan pemenuhan stok namun untuk toko-toko di pasar tradisional banyak memilih untuk tutup. 

“Memang ada sebelum lebaran pemenuhan stok, tapi biasanya di retail-retail seperti supermarket atau minimarket. Tapi kalau traditional market, banyak tutup. Memang mereka ada stok tapi karena libur ya jadi stok sebelumnya biasanya masih ada,” ungkapnya. 

Baca Juga: Meski Pasar Menantang, Siantar Top (STTP) Incar Pertumbuhan Penjualan Dua Digit

Menurut dia, peningkatan penjualan yang signifikan biasanya bisa dilihat dari produk-produk khusus yang muncul di masa puasa-ramadhan saja. Misalnya roti atau kue-kue kalengan atau minuman seperti sirup. 

“Lain produk yang memang dia keluarnya di lebaran, misalnya kue-kue kaleng atau sirup biasanya. Karena khususnya kan keluar di lebaran,” ungkap Armin.

Terkait target pertumbuhan tahun ini, STTP pun ungkap dia belum bisa memberikan angka pasti, melihat masih dalam masa pemilihan umum (pemilu).  

“Sales kita setengah tahun ini kemungkinan bertumbuh, meski tidak terlalu tinggi. Karena kita masih melihat siapa nanti pemimpin yang terpilih di tahun 2024 ini dan kebijakannya juga pasti akan berpengaruh pada bisnis kita di tahun ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×