kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Begini Rencana Bisnis Prasidha Aneka Niaga (PSDN) di Tahun 2022


Kamis, 23 Desember 2021 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) 


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) mencanangkan sejumlah strategi untuk menjajaki bisnis pada tahun 2022. Strategi utama yang dijalankan adalah melakukan efisiensi biaya agar kinerja dan omzet perusahaan bisa membaik di tahun depan. 

"Rencana bisnis perseroan tahun depan adalah melakukan efisiensi biaya di tengah keadaan ekonomi yang masih terdampak Covid-19 dan tetap berusaha meningkatkan kinerja," ungkap Direktur PT Prasidha Aneka Niaga Tbk Lie Sukiantono Budinarta saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (22/12). 

Lie melanjutkan, di tahun depan PSDN juga akan menjual beberapa asetnya yang sudah tidak produktif lagi. Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk mengurangi liabilitas perusahaan seperti hutang bank.

Namun demikian, Lie tidak membeberkan lebih detail terkait aset mana saja yang akan dijual serta berapa nilai dari aset-aset tersebut. 

Baca Juga: Kinerja Tertekan Pandemi, Ini Strategi Prasidha Aneka Niaga (PSDN) di Sisa Tahun 2021

Di sisi lain, Lie bilang, PSDN juga akan memperbaiki kinerja operasional mereka. Termasuk komoditas karet remah sebagai komoditas utama perusahaan, agar sejumlah hambatan seperti disparitas harga dapat teratasi di tahun depan.

Begitu pun dengan komoditas kopi olahan, agar perusahaan dapat terus meningkatkan kuantitas penjualan di tengah persaingan yang ada. 

Mengutip materi paparan publik, PSDN memproyeksikan total penjualan sebesar Rp 1,18 triliun pada tahun 2022. Dengan rincian, biji kopi sebesar Rp 4,54 miliar (86 ton), karet remah Rp 670,59 miliar (26.400 ton) dan kopi olahan Rp 505,97 miliar (4.880 ton). 

Sebagaimana diketahui, hingga September 2021, penjualan Prasidha Aneka Niaga tercatat meningkat 4,84% menjadi Rp 662,54 miliar. Sedangkan pada September 2020, penjualannya hanya mencapai Rp 631,90 miliar. 

 

Penjualan PSDN di kuartal III-2021, ditopang oleh karet remah yang mencapai Rp 481,61 miliar. Kemudian disusul oleh penjualan kopi olahan dan kopi biji yang masing-masing senilai Rp 180,91 miliar dan Rp 18.000.000. 

Dari sisi bottom line, PSDN masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp 62,74 miliar. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya Rp 48,54 miliar pada periode yang sama di tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×