kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beleid belum ada, produksi Ayla masih terkatung


Kamis, 17 Januari 2013 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. 5 Fakta Menarik Tentang Ekor Kucing, Sudah Tahu?


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Hingga sekarang, peluncuran mobil-mobil murah yang ditawarkan pelaku industri mobil masih menunggu beleid dari pemerintah. Beleid yang mengatur Low Cost and Green Car (LCGC) itu sangat dinantikan karena mengatur soal insentif yang akan diberikan kepada produsen.

"Belum ada kabar tentang beleid LCGC hingga sekarang," kata Hendrayadi Lastiyoso, Kepala Divisi Marketing PT Astra Daihatsu Motor kepada Kontan di Jakarta, Rabu (16/1). Rencananya, beleid tersebut akan keluar pada akhir tahun 2012 lalu.

Akibat dari ketidakjelasan beleid itu, mobil murah besutan Daihatsu yakni Daihatsu Ayla masih belum bisa diproduksi. Alhasil, nasib mobil murah ramah lingkungan yang sudah diperkenalkan sejak September itu belum bisa dinikmati konsumen di Indonesia.

Sementara itu, Daihatsu sudah menerima banyak pesanan mobil dari para pelanggannya. Namun sayangnya, Hendrayadi enggan memberitahukan berapa total penjualan pre-order mobil yang kabarnya akan dibanderol Rp 75 juta sampai Rp 105 juta per unit itu. "Pokoknya sudah banyak yang pre-order," tukasnya.

Oleh sebab itu, Hendrayadi mengharapkan, beleid LCGC segera keluar sebab permintaan masyarakat akan mobil Daihatsu Ayla tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×