kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beralih memakai CNG, PLN gandeng konsultan


Jumat, 20 Januari 2012 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Calon penumpang kereta api menghembuskan nafasnya ke dalam kantong untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT PLN (Persero) berencana menggalang kerja sama dengan perusahaan konsultan transportasi compressed natural gas (CNG) marine. Kerja sama bertujuan untuk melihat peluang pemakaian CNG untuk pembangkit PLN yang beraada di Indonesia Timur.

“31 Januari nanti, saya akan menandatangani kontraknya,” kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Jumat (20/1). Sayangnya, Suryadi enggan menyebut siapa perusahaan konsultan tersebut. “Detailnya nanti saya sampaikan saat kerja sama," kata Suryadi.

Dengan kontrak tersebut, PLN berharap ada jalan keluar bagi PLN yang selama ini ketergantungan memakai bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit yang ada di Indonesia Timur, salah satunya Lombok. Selama ini, pembangkit PLN di Lombok memakai BBM karena kesulitan mendapat pasokan CNG.

Sementara itu, Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform berpendapat, pemakaian CNG untuk pembangkit PLN membutuhkan biaya tinggi. Sebab, PLN membutuhkan alat transportasi pengangkut CNG yang terbatas jumlahnya.

Selain itu, PLN harus investasi membuat tempat penyimpanan termasuk memodifikasi pembangkit yang selama ini bekerja dengan BBM. “PLN harus bikin semacam alat konversi, dan ini butuh investasi tambahan,” terang Fabby menanggapi rencana PLN yang akan memakai CNG untuk pembangkitnya yang ada di Indonesia Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×