kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Biaya SVLK tinggi, harga mebel naik 7%


Rabu, 13 Maret 2013 / 13:55 WIB
Biaya SVLK tinggi, harga mebel naik 7%
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah 0,35% atau 23,036 ke level 6.632,97 pada Kamis (21/10).


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

Jakarta. Tingginya biaya sertifikasi legalitas kayu atau Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) berimbas pada harga-harga produk  industri hulu kayu, khususnya mebel. Beban biaya SVLK membuat harga produk mebel bakal naik 7%.


Ambar Tjahjono, Ketua Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (Asmindo) bilang, biaya pengusaha mebel untuk memperoleh SVLK rata-rata Rp 40 juta. Mereka juga masih terbebani biaya proses analisis dampak lingkungan (Amdal) dengan kisaran Rp 15 juta-Rp 40 juta. "Biaya kepengurusan harus dipangkas," katanya.


Biaya-biaya itu bakal membuat harga mebel akan naik sekitar 7%. Apalagi saat ini saja harga kayu, seperti kayu jati sudah naik dari kisaran Rp 27 juta per meter kubik (m3) menjadi Rp 30 juta per m3.


Naiknya harga bahan baku kan tingginya biaya produksi dikhawatirkan akan mengganggu kinerja ekspor dan penjualan domestik. Sebab produk mahal akan membuat produk kayu kalah saing dengan produk non kayu.


Uswanto, pemilik CV Indoantika Furniture and Lighting Craft mengaku, tingginya biaya SVLK akan membuat margin menipis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×