kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.617   64,00   0,36%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bincangkan Proyek Inalum, Pemerintah Bikin Tim Perundingan


Jumat, 11 Juni 2010 / 14:50 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Pemerintah akan membentuk tim perundingan resmi untuk membahas kelanjutan proyek kerjasama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dengan Jepang.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, tim perundingan ini nantinya akan menjadi perwakilan Indonesia untuk melakukan negosisasi dengan Jepang mengenai proyek Inalum. Hidayat mengatakan tim negosiasi ini nantinya harus kuat. "Karena ada banyak keinginan daerah yang harus diakomodir," katanya Jum'at (11/6).

Selain pembentukan tim perundingan, Hidayat juga mengusulkan kepada Presiden untuk menunjuk konsultan independen untuk memberikan pendapat (second opinion). "Konsultan independen ini tugasnya membuat kajian dari segi teknis, keuangan, sosial dan politik," ujar Hidayat.

Dari kajian itu, nantinya akan dijadikan referensi untuk maju ke perundingan dengan Jepang. Sebagai catatan, sebelumnya pemerintah telah membentuk tim teknis yang bertugas mengkaji mengenai proyek inalum ini.

Secara lisan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menunjuk dirinya sebagai ketua tim perundingan. "Tapi secara resminya harus menunggu instruksi presiden (inpres)," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×