kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Blue Bird tunggu sosialiasi dan keputusan resmi penghapusan Premium dan Pertalite


Rabu, 01 Juli 2020 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Pengemudi taksi menunggu calon penumpang. KONTAN?Fransiskus Simbolon


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk (BIRD) menunggu sosialisasi dan keputusan resmi dari pemerintah terkait rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite.

Direktur BIRD Andre Djokosoetono mengatakan, pihaknya masih belum bersedia untuk berkomentar banyak sebelum adanya sosialisasi dan keputusan resmi tersebut. Yang jelas Andre meyakini regulasi yang akan diimplementasikan pemerintah terkait kebijakan BBM ini sudah melalui berbagai evaluasi dan pertimbangan.

Baca Juga: Ini tanggapan Adi Sarana Armada (ASSA) soal rencana penghapusan Premium dan Pertalite

"Belum bisa terjawab sekarang karena tidak ada informasi resmi pemerintah. Kami masih menunggu sosialisasi resmi dari pemerintah terkait hal ini," kata Andre kepada Kontan.co.id, Rabu (1/7).

Kata dia, armada BIRD tidak bergantung dari satu jenis BBM seperti Premium dan Pertalite. Andre menegaskan, Bluebird memakai berbagai jenis BBM tergantung pada jenis layanan atau jenis kendaraannya. "BBM yang dipakai berbagai jenis tergantung kendaraan dan layanan," sebutnya.

Mengenai penggunaan BBM atau energi secara keseluruhan, BlueBird memang akan melakukan evaluasi dan perencanaan strategis terhadap perubahan yang kemungkinan terjadi di masa mendatang. "Butuh evaluasi juga dari perusahaan mengenai rencana ke depannya," pungkas Andre.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×