kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bosch makin serius bisnis onderdil di Indonesia


Rabu, 26 Maret 2014 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Inilah 3 Cara Menghapus Akun DANA via Aplikasi hingga Email


Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Setelah melihat penjualan kendaraan roda empat di Indonesia sudah tembus 1 juta unit per tahun, PT Robert Bosch makin serius berbisnis komponen otomotif. Bila tidak ada halangan, perusahaan asal Jerman ini bakal mengoperasikan pabrik suku cadang sistem pembakaran bagi kendaraan roda empat.

Menurut Federico Bianco, Country Manager Automotive Aftermarket PT Robert Bosch, pabrik ini menempati areal seluas 2.000 meter persegi (m²) di bilangan Cikarang, Jawa Barat. Nantinya, pabrik ini akan menjadi bagian komponen pabrik otomotif atau original equipment manufacturing (OEM) di Indonesia. "Kami akan menjadi pemasok pabrikan otomotif di Indonesia," katanya saat berkunjung ke redaksi KONTAN, Selasa (25/3).

Meski enggan menyebut identitas pabrikan otomotif, pabrikan otomotif Jepang yang menguasai pasar otomotif di Indonesia pasti menjadi mitra Bosch. Untuk mendirikan pabrik yang sanggup menampung sekitar 120 pekerja ini, Bosch mengucurkan dana sekitar € 10 juta.

Selain pabrik, Robert Bosch juga berencana menambah jaringan bengkel Bosch sebanyak 10 bengkel tahun ini. Saat ini, jumlah bengkel yang mitra Bosch sebanyak 25 bengkel. Lewat serangkaian aksi ini, Robert Bosch menargetkan pendapatan bisa tumbuh dua digit tahun ini. Di 2012, pendapatan Robert Bosch sebesar € 115 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×