Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendukung ketahanan pangan dan energi nasiona, produktivitas perkebunan sawit rakyat menjadi salah satu fokus.
Berbagai upaya yang ditempuh. Seperti memperluas kolaborasi antara perusahaan, petani, dan koperasi guna meningkatkan hasil perkebunan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) misalnya, mengembangkan program kemitraan sawit rakyat sebagai model pengelolaan perkebunan yang melibatkan petani, koperasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, kemitraan tersebut untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat.
"Model kemitraan tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, juga memperkuat kapasitas masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan nilai tambah yang dapat dirasakan secara bersama," ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).
Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Perketat Pengendalian Inflasi, Waspadai Tren Kenaikan Harga
Program tersebut melalui pendampingan teknis kepada petani, penerapan good agricultural practices (GAP), penguatan kelembagaan petani dan koperasi, serta membuka akses yang lebih luas terhadap rantai pasok dan pasar.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Agrinas Palma Nusantara dan Kementerian Koperasi meneken nota kesepahaman mengenai pengembangan ekosistem agribisnis perkebunan berbasis koperasi untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Kerja sama tersebut menempatkan koperasi sebagai salah satu penggerak dalam pemberdayaan petani dan pengembangan usaha perkebunan rakyat.
"Penguatan koperasi menjadi kunci untuk membangun ekosistem perkebunan rakyat yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan," terangnya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan mengembangkan kelembagaan koperasi, meningkatkan kapasitas petani, memperluas akses pembiayaan, memperkuat rantai pasok, serta mendorong hilirisasi komoditas perkebunan.
Abdul Ghani berharap langkah tersebut dapat meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, memberikan nilai tambah bagi petani, serta mendukung pencapaian target swasembada pangan, swasembada energi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














