kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.475   73,08   1,14%
  • KOMPAS100 836   6,96   0,84%
  • LQ45 636   4,21   0,67%
  • ISSI 227   4,68   2,10%
  • IDX30 356   2,18   0,62%
  • IDXHIDIV20 433   2,48   0,58%
  • IDX80 96   0,72   0,75%
  • IDXV30 120   1,05   0,89%
  • IDXQ30 113   0,81   0,72%

BPDPKS sosialisasi implementasi mandatori B20


Rabu, 26 September 2018 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Biodiesel B20, Solar B0, dan Fame


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura Kementerian Perekonomian Willistra Danny mengungkapkan program perluasan mandatori B20 merupakan bagian dari tren global dalam hal penggunaan bahan bakar. Yakni tren mengalihkan penggunaan bahan bakar berbasis fosil ke bahan bakar berbasis tumbuhan.

“Dengan penggunaan B20, berarti kita sudah ada di jalur yang sama dengan tren dunia. Kalau ini tidak dilakukan sekarang, maka kita akan ketinggalan, apalagi bahan bakar fosil akan segera habis,” tegas Willistra.

Ia juga menyarankan agar pengembangan biodiesel bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku limbah minyak. Cara seperti ini, menurutnya, sudah diterapkan di sejumlah negara.

“Ke depan kita bisa memanfaatkan minyak-minyak yang sudah menjadi limbah untuk pembuatan biodiesel,” tegas Willistra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×