kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BPTJ target bangun 4 kawasan TOD dalam dua tahun


Jumat, 20 April 2018 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. TOD Podomoro Golf View Depok


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengejar pembangunan kawasan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Dalam dua tahun ke depan, ada empat kawasan yang direncanakan bakal sepenuhnya menggunakan pembiayaan swasta.

BPTJ menargetkan pembangunan empat kawasan berorientasi TOD di kawasan Jabodetabek, yaitu Terminal Poris Plawad Tangerang, Baranangsiang Bogor, Jatijajar Depok serta Pondok cabe di Tangerang Selatan.

Adapun, perkembangan pembangunan kawasan Terminal Poris Plawad sedang dalam proses tender yang diperkirakan bakal diumumkan pada akhir Juni. Kemudian kawasan Baranangsiang dalam proses kajian desain, sedangkan kawasan Pondok Cabe dan Jatijajar dalam proses pemindahan aset.

Menurut Kepala BPTJ Bambang Prihartono, pemerintah memiliki keterbatasan terutama dalam hal pendanaan untuk merealisasikan program TOD di Jabodetabek, untuk itu peran swasta menjadi sangat penting.

"Kawasan hunian yang dibangun para pengembang selama ini banyak yang tidak didukung oleh sistem jaringan transportasi publik sehingga menimbulkan kesemrawutan lalu-lintas," kata Bambang dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (20/4).

Ia melanjutkan, sekarang sudah bukan masanya lagi mengembangkan kawasan hunian yang mengandalkan angkutan pribadi untuk menopang mobilitas penghuninya, sebaliknya skema pengembangan kawasan harus berbasis TOD.

Adapun pembangunan kawasan dengan konsep TOD memiliki syarat utama ketersediaan transportasi angkutan umum massal. Termasuk juga ketersediaan jalur pejalan kaki dan jalur sepeda untuk mencapai tujuan moda transportasi dari hunian warga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×