kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

BREN Kembali Jadi Market Cap Terbesar di BEI, Kekayaan Prajogo Pangestu Bertambah


Jumat, 20 Desember 2024 / 20:45 WIB
BREN Kembali Jadi Market Cap Terbesar di BEI, Kekayaan Prajogo Pangestu Bertambah
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menduduki posisi sebagai emiten dengan pangsa pasar di BEI.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menduduki posisi sebagai emiten dengan pangsa pasar atau market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pasar ditutup, Jumat (20/12/2024). 

Saat pasar ditutup, nilai market cap BREN tembus Rp 1.230,83 triliun. Total nilai transaksi saham BREN pada Jumat mencapai Rp 294,55 miliar dengan total volume saham yang diperdagangkan 32,53 juta.

Saham BREN ditutup menguat 4,25% ke level Rp 9.200 per saham pada Jumat.

Baca Juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham BREN, Ini Kata BEI

Sementara itu, market cap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), milik konglomerat grup Djarum, Hartono Bersaudara, sebesar Rp 1.189,60 triliun dan berada di urutan kedua dengan market cap terbesar di BEI.

Saham BBCA ditutup turun 0,26% ke Rp 9.650 per saham. Total volume perdagangan saham BBCA mencapai 91,58 juta dengan nilai transaksi Rp 885,12 miliar.

Mengutip data Forbes Real Time Billionaires, per Jumat (20/12), kekayaan Prajogo tercatat naik 1,42% atau sebesar US$ 598 juta atau sekitar Rp 9,68 triliun (kurs Rp 16.190).

Baca Juga: Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham di BREN

Kekayaan bersih Prajogo versi forbes mencapai US$ 42,6 miliar atau sekitar Rp 689,69 triliun.

Posisi kedua ada bos batubara pemilik PT. Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong dengan kekayaan bersih US$ 28,5 miliar atau sekitar Rp 461,4 triliun.

Diurutan ketiga dan keempat ada Hartono bersaudara pemilik mayoritas saham BBCA. Kekayaan Robert Budi Hartono sebesar US$ 24,0 miliar atau sekitar Rp 388,5 miliar dan Michael Hartono dengan kekayaan US$ 23,0 miliar atau sekitar Rp 372,3 miliar.

Di posisi kelima ada Sri Prakash Lohia pendiri Indorama Corporation dengan nilai kekayaan US$ 8,8 miliar atau sekitar Rp 142 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×