kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Buka Peluang Layanan Multi Cloud, Ebconnection Indonesia Gandeng Huawei Cloud


Rabu, 27 September 2023 / 16:08 WIB
Buka Peluang Layanan Multi Cloud, Ebconnection Indonesia Gandeng Huawei Cloud
ILUSTRASI. Pada era ini, berbagai sektor industri hampir tak bisa lepas dari teknologi cloud.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pada era ini, berbagai sektor industri hampir tak bisa lepas dari teknologi cloud. Hal ini terbukti dari data lembaga riset International Data Corporation (IDC) yang dirilis pada Maret 2023. Secara total, sebanyak 48% dari seluruh sektor industri telah mempercayakan teknologi cloud dalam bisnis mereka. 

Laporan IDC menunjukkan, 71% perusahaan yang bergerak di industri keuangan sudah menggunakan cloud. Sementara, sebanyak 56% dari industri transportasi dan logistik serta industri media dan hiburan telah menggunakan cloud. Tak heran bila semakin banyak industri yang semakin bergantung pada teknologi cloud.

Dalam operasinya, penggunaan beberapa cloud berbeda sekaligus atau multi cloud disarankan untuk meningkatkan keamanan penyimpanan data. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan multi cloud, PT EBconnection Indonesia (EBCO) menggandeng Huawei Cloud sebagai sebagai opsi penyedia produk cloud. 

Baca Juga: Telkomsel Gandeng Amazon Web Services (AWS) untuk Percepat Transformasi Digital

“Perusahaan sekarang banyak yang sudah disarankan untuk menggunakan multi cloud untuk back up data,” terang Bhra Eka Gunapriya, CEO PT EBconnection Indonesia pada Jumat (8/9/2023).

Lebih lanjut, Bhra menjelaskan bahwa Huawei Cloud bisa menjadi opsi bagi konsumen yang baru mau beralih dari server on premise ke cloud. “Huawei jadi salah satu pilihan yang terbaik,” ujar Bhra.

Tak hanya itu, EBCO menggandeng Huawei karena Huawei merupakan pemain lama di bidang IT. Huawei Cloud telah menghadirkan layanan cloud mulai tahun 2017 dan di Indonesia sendiri, Huawei Cloud hadir pada tahun 2019. Dalam perjalanannya Huawei Cloud sudah memenuhi persyaratan pemerintah Indonesia dengan sudah memiliki 3 pusat data di Indonesia.

Sementara itu, Huawei Cloud ingin menjadikan EBCO sebagai salah satu partner lokal karena EBCO telah memiliki sertifikasi resi dan pelayanannya sudah sesuai dengan standar Huawei Cloud. 

Baca Juga: Hadirkan Layanan Cloud di Semua Sektor Industri, Jatis Mobile (JATI) Gandeng Tencent

“Dalam perjalanan di dunia digital, Huawei Cloud mempunyai tujuan untuk membangun ekosistem bersama-sama yang menciptakan kesuksesan bisnis melalui kolaborasi dengan partner lokal. Dengan senang hati, kami bisa berkolaborasi dengan PT Ebconnection Indonesia yang memiliki komitmen dalam menyediakan solusi industri. Berjalan dan bertumbuh bersama dengan terlibat penuh dan berkontribusi untuk perjalanan digital transformasi di Indonesia” ungkap Leon Liu, Director of Huawei Cloud Ecosystem & Partner Development Dept.

Melalui kerja sama antara EBCO dan Huawei Cloud, diharapkan inovasi teknologi di perusahaan bisa semakin meningkat. “Karena dengan menggunakan Huawei Cloud, mereka bisa semakin berinovasi dengan mudah,” jelas Bhra.

Layanan Huawei Cloud bisa dinikmati berbagai sektor mulai dari Small Medium Enterprise (SME) hingga industri skala besar. Unggulan layanan Huawei Cloud adalah Elastic Cloud Server (ECS) dan RDS (Relational Database Service) for MySQL dimana Anda bisa mengatur kebutuhan server hingga deployment dengan secara dinamis.

Baca Juga: Rencana Akuisisi Microsoft pada Activision Dapat Jalan dari Otoritas Inggris

Adapun opsi langganan Huawei Cloud beragam mulai dari per bulan, per tahun, hingga tahunan. Bahkan, perusahaan bisa mendapatkan harga khusus jika berlangganan dalam jangka waktu lama. 

Selanjutnya: Pengiriman Batubara dan Nikel Sibuk, Seluruh Kapal Trans Power Marine Terutilisasi

Menarik Dibaca: Panas Terik, Suhu Banten Besok Diperkirakan Tembus 35°C

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×