kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.529   135,00   0,82%
  • IDX 7.813   -139,19   -1,75%
  • KOMPAS100 1.088   -18,52   -1,67%
  • LQ45 799   -13,02   -1,60%
  • ISSI 264   -4,22   -1,57%
  • IDX30 414   -6,94   -1,65%
  • IDXHIDIV20 482   -6,49   -1,33%
  • IDX80 120   -2,29   -1,87%
  • IDXV30 129   -2,99   -2,26%
  • IDXQ30 134   -2,07   -1,52%

BUMN atau Swasta, Bahlil Ancam Alihkan Blok Migas Mangkrak ke Kontraktor Lain


Rabu, 21 Mei 2025 / 17:29 WIB
BUMN atau Swasta, Bahlil Ancam Alihkan Blok Migas Mangkrak ke Kontraktor Lain
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan ultimatum kepada para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), baik swasta maupun BUMN, yang belum menjalankan pengembangan wilayah kerja migas meskipun sudah memperoleh persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD).

Bahlil bilang, pemerintah siap mencabut hak pengelolaan dan menyerahkannya kepada kontraktor lain yang lebih serius. Pasalnya, terdapat 10 wilayah kerja yang sudah mengantongi POD namun hingga kini belum digarap.

Baca Juga: Minta Restu Presiden, Menteri ESDM Bahlil Akan Evaluasi Izin Blok Migas Terlantar

Selain itu, terdapat 17 proyek POD lainnya yang berpotensi menghasilkan total 360 juta barel minyak dan 18.351 BSCF gas, namun belum dieksekusi.

"Yang berikut bagi KKKS yang sudah kita serahkan kewenangannya, tapi masih lambat mohon maaf, secara undang-undang lima tahun kita harus tarik kepada negara dan kita tawarkan kepada KKKS lain yang mau mengerjakan," tegas Bahlil dalam Pembukaan IPA Convex 2025 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (21/5).

"Dan ini tanpa pandang bulu, Pak, kalau bapak [Presiden] izinkan tidak hanya swasta, BUMN pun kita lakukan Pak," ujarnya.

Baca Juga: ESDM Resmi Lelang 6 Blok Migas Potensial Tahap II-2024, Tawarkan Bagi Hasil 50%

Peringatan ini disampaikan Bahlil langsung kepada Presiden dalam upaya mempercepat peningkatan lifting migas nasional yang belakangan stagnan. Ia menyebut pemerintah tidak segan mengambil langkah di luar kelaziman untuk memperbaiki kinerja sektor hulu migas.

"Kita melakukan perubahan regulasi besar-besaran, lakukan percepatan dan tidak lagi kita persoalkan antara gross split atau cost recovery karena IRR nya rata-rata sudah ekonomis minimal 13% maksimal 17% di tengah 15% supaya tidak ada lagi perdebatan tentang ekonomion atau tidak, ini yang kami lakukan Pak," katanya.

Baca Juga: 10 Blok Migas Mangkrak, Bahlil Ancam Tawarkan ke Kontraktor Lain

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×