Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) cukup optimistis melihat prospek bisnis kawasan industri sepanjang 2026. Hal ini seiring kebijakan pemerintah yang semakin pro-pertumbuhan serta berlanjutnya pembangunan infrastruktur nasional.
Head of Corporate Finance & Investor Relations BEST Rika Mandasari mengatakan, tren penurunan suku bunga juga diharapkan dapat mendorong realisasi investasi dan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan.
“Manajemen memandang prospek bisnis kawasan industri di 2026 relatif baik. Dukungan kebijakan pemerintah yang lebih pro-pertumbuhan, pembangunan infrastruktur, serta tren penurunan suku bunga diharapkan mendorong realisasi investasi,” ujar Rika, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Baca Juga: Deretan Mobil Baru Siap Ramaikan IIMS 2026, dari Hybrid hingga SUV Listrik
Sejalan dengan prospek tersebut, BEST menargetkan kinerja marketing sales kawasan industri pada 2026 tetap tumbuh dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Target ini disusun dengan mempertimbangkan berbagai ketidakpastian dan tantangan, baik dari sisi domestik maupun global.
Perusahaan ini memproyeksikan pencapaian marketing sales tersebut akan ditopang oleh beberapa sektor industri potensial, seperti sektor F&B, logistic-warehouse, dan otomotif.
Dari sisi kinerja keuangan, BEST juga membidik pertumbuhan pendapatan dan laba secara berkelanjutan pada 2026. Fokus utama perseroan tetap pada bisnis penjualan lahan industri, sekaligus memperluas portofolio melalui pengembangan produk baru. “Serta, fokus Perseroan tetap pada bisnis penjualan lahan industry serta pengembangan produk baru Standard Factory Building kami, BeFa Industrial Hub,” katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure(capex) yang akan dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi global dan domestik.
Tanpa menyebutkan secara detail berapa dana yang disiapkan, ia menyebut bahwa alokasi capex difokuskan pada pengembangan infrastruktur dan perluasan kawasan industri, serta kelanjutan pengembangan produk Standard Factory Building (SFB), BeFa Industrial Hub.
Saat ini, BEST memasarkan produk SFB berupa pabrik dan gudang siap pakai (ready-built factory) BeFa Industrial Hub yang dikembangkan di kawasan MM2100. Produk ini dirancang untuk mempercepat proses persiapan operasional pelaku usaha dan berlokasi strategis sekitar 10 menit dari akses Tol JORR II KM 72, dengan nilai investasi mulai dari kisaran Rp 12 miliar untuk unit terbatas.
Baca Juga: Sumber Sinergi Makmur (IOTF) Gandakan EBITDA, Pendapatan Naik 5% pada 2025
Selain mengandalkan penjualan lahan, BEST juga ditopang oleh kontribusi recurring income yang terus tumbuh dan berperan penting dalam menjaga stabilitas laba.
Menurut dia, pertumbuhan recurring income konsisten setiap tahunnya dengan margin yang terjaga dengan baik. Recurring income BEST bersumber dari berbagai lini usaha, mulai dari pengelolaan kawasan, utilitas seperti air bersih, wastewater treatment, pengelolaan jaringan fiber optik, pendapatan sewa, hingga perhotelan.
“Ke depan, kontribusi ini diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya tenant dan aktivitas kawasan, sehingga dapat menjadi penopang kinerja keuangan yang lebih berkelanjutan,” tutur dia.
Selanjutnya: Kebutuhan Data Center Dorong Prospek Kawasan Industri Bekasi Fajar Industrial Estate
Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













